Renungan Berjalan bersama Tuhan

Dia Ditetapkan untuk Menderita

Dia Ditetapkan untuk Menderita

Yesaya 53:1-12

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Sherly, 9 tahun, bertanya kepada Daniel, kakaknya yang aktif menjadi guru Sekolah Minggu, “Mengapa hidup Tuhan Yesus terus-menerus susah dan menderita ya, Kak?” Lalu Daniel menjawab, “Benarkah hidup-Nya selalu susah? Lihat saja, Dia pernah ke pesta pernikahan di Kana, pergi ke pantai dan makan ikan bakar dengan murid-murid-Nya. Berarti Dia pernah merasakan sukacita bersama orang lain.” Adiknya mengiyakan. “Tapi, Kak, kenapa Tuhan Yesus disalibkan dengan cara yang sangat menyakitkan seperti yang kita tonton di film itu? Anehnya, Dia tidak melawan dan diam saja. Kenapa Allah tidak menolong-Nya?”

Dalam kehidupan berkeluarga, orangtua selalu berupaya sebisa mungkin agar anak-anak dapat hidup layak dan tidak sengsara. Semua kebutuhan harus tercukupi dengan baik. Mereka mendorong anak-anak untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar hari depan mereka lebih sejahtera. Demikian pula dengan Bapa kita di surga! Dia sangat mengasihi kita semua, anak-anak-Nya. Mengapa? Karena kita semua adalah manusia berdosa yang sedang berjalan menuju kebinasaan. Kita semua akan masuk neraka karena upah dosa ialah maut. Dan kasih sayang itu diwujudkan melalui penderitaan Tuhan Yesus yang mengurbankan diri-Nya mati di kayu salib bagi kita sehingga Dialah yang mengalami maut itu. Hanya melalui jalan itulah kita tidak perlu menderita lagi. Karena Yesus sudah disalibkan, kita yang berdosa ini tidak perlu disalibkan. Kematian Yesus di dalam maut, menghindarkan kita dari maut. Yesaya berkata kepada bangsa Israel, “Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan” (Yesaya 53:10). Itulah yang dilakukan oleh Allah. Dia telah menentukan Yesus untuk datang ke dalam dunia ini hanya untuk menderita akibat menanggung dosa manusia. Jadi, memang Dia harus mengalami penderitaan bagi kita semua. Kini Sherly mengerti arti penderitaan Kristus di dalam hidupnya. Ia berkata, “Kak, sekarang aku tidak bimbang lagi tentang penderitaan Tuhan Yesus karena Dia sangat mengasihi aku dan menyelamatkan aku. Terima kasih Tuhan Yesus, karena aku sudah  diselamatkan. Aku berjanji untuk berbagi kasih yang telah kualami bersama-Mu, aku mau menceritakan kasih-Mu kepada teman-temanku. Terpujilah nama Tuhan.” Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, terima kasih atas penderitaan luar biasa yang Engkau alami. Engkau mengalami banyak penganiayaan mulai sejak lahir sampai pada akhir hayat, bahkan Engkau turun ke dalam kerajaan maut. Semua Engkau lakukan hanya untuk menyelamatkan umat manusia yang jatuh ke dalam dosa. Terima kasih, Tuhan, atas keselamatanku. Ajarlah aku untuk menjalani hidup ini dengan penuh syukur. Ajarlah aku untuk berbagi pengalamanku bersama Tuhan kepada sesama agar mereka juga bisa mengenal kasih karunia-Mu.
  2. Tuhan, kami bersyukur atas anugerah keselamatan-Mu sehingga kami berada di dalam persekutuan yang indah, yaitu gereja-Mu. Semoga kami sebagai gereja dapat selalu memberikan dampak yang besar, baik dalam motivasi pelayanan internal, program pelayanan eksternal, setia berbagi berkat dan semangat pelayanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *