Renungan Berjalan bersama Tuhan

Dia Guruku

Dia Guruku

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yohanes 3:1-21

Hidup dan pertumbuhan diri kita tidak dapat lepas dari pengaruh guru. Sejak bayi sampai menjadi anak-anak, kita membutuhkan guru. Setelah itu, ketika mencari sekolah, pertimbangan pertama adalah kualitas guru di sekolah itu, apakah pandai, bijak, sabar, dan dapat membimbing dengan baik dan benar, karena sekolah yang baik tidak pernah lepas dari kualitas gurunya.

Selain itu, guru mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam memengaruhi muridnya. Perhatikanlah ketika anak-anak baru masuk sekolah. Bukankah apa yang dikatakan sang guru lebih menjadi pegangan daripada perkataan orangtua? Mereka memercayai apa pun yang dikatakan gurunya. Anak-anak itu sangat takut kalau tidak menuruti perkataan guru. Guru mempunyai kekuatan yang besar dalam membentuk pengertian dan pemahaman yang benar di dalam diri anak-anak karena apa yang mereka katakan pasti dilakukan dengan taat.

Ketika Nikodemus datang kepada Tuhan Yesus pada malam hari, ia berkata, “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah” (Yohanes 3:2). Ketika itu Rabi atau Rabuni berarti guru besar yang mengajarkan kebenaran firman Allah, khususnya di dalam kelima surat Musa, yakni Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Tidak semua orang dapat disebut Rabi karena mereka biasanya orang-orang yang tergolong sebagai penatua atau ahli-ahli Taurat. Ketika Nikodemus melihat Tuhan Yesus dan membandingkan-Nya dengan rabi atau guru-guru yang lain, ia melihat bahwa Tuhan Yesus luar biasa berbeda. Yesus mengajar dengan penuh kuasa dari Allah. Perkataan-Nya penuh kuasa sehingga Dia mampu melakukan berbagai mukjizat. Orang yang buta dicelikkan, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, yang dirasuk setan dipulihkan, dan sebagainya. Bukan itu saja, kebenaran firman Tuhan diberitakan begitu jelas sehingga hati yang mendengar bergetar, bertobat, dan percaya kepada-Nya. Pengakuan Nikodemus “Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah” menyatakan bahwa Nikodemus mengakui dan menerima Tuhan Yesus sebagai Guru yang mengajarkan kebenaran dan pasti diturutinya dengan segenap hati. Yesus adalah Guru yang diutus Allah, dan Dia adalah Allah yang menjadi Guru yang Agung. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku seperti Nikodemus, yang mencari Tuhan Yesus dan menjadikan Tuhan Yesus Guru Besarnya. Jadikan aku murid yang terus mau belajar dengan setia dan mau dibentuk oleh Sang Guru Agung, juga menjadi murid yang terus mau belajar dalam menjalani kehidupan rumah tangga, pekerjaan, pelayanan, dan bermasyarakat.
  2. Tuhan, jadikanlah gereja-Mu murid yang terus mau belajar. Berkatilah kelompok-kelompok kecil atau kelompok sel yang belajar firman Tuhan dengan setia. Biarlah melalui belajar, mereka dapat terus bertumbuh semakin dewasa di dalam Kristus sehingga kehidupan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan bermasyarakat dapat menjadi berkat bagi orang lain, khususnya mereka yang belum mengenal kasih karunia-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *