Renungan Berjalan bersama Tuhan

Dia Membicarakanku

Dia Membicarakanku

Titus 1:5-16

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Ketika kita berada di tengah masyarakat, kita tidak mungkin berdiam diri menyendiri. Kita pasti akan terlibat dalam komunikasi dengan orang lain. Seperti Bu Anna dan Bu Ani yang setiap pagi buta pergi bersama ke pasar yang berjarak 2 km. Selama perjalanan, mereka bisa membahas apa pun, termasuk semua orang di lingkungan mereka. Apa pun yang terjadi di kampung mereka pasti menjadi pembicaraan seru di antara mereka. Demikian pula dengan Sami dan Suma, anak-anak mereka yang duduk di bangku SMP. Mereka bersahabat dan tahan berbicara sampai berjam-jam. Ternyata mereka sama-sama suka ngobrol, merumpi, merasani teman-teman sekolah, para guru, tetangga, dan yang lainnya. Pak Karyo dan pak Karso, yang hidup bertetangga dengan akrab, juga berperilaku sama. Sepulang kerja, mereka mandi, makan malam, dan tak lama kemudian berkumpul di balai RT dengan warga lainnya sampai larut malam. Ternyata bukannya membahas perkembangan ilmu pengetahuan atau mendiskusikan masalah-masalah sosial, politik, ekonomi, keamanan, dan sejenisnya, hampir seluruh percakapan dihabiskan untuk membicarakan orang lain. Kebanyakan orang lebih menikmati untuk membicarakan masalah orang lain, yang kerap jauh dari kenyataan. Itulah yang secara informal kita kenal sebagai merumpi atau merasani.

Leave a Reply

Your email address will not be published.