Renungan Berjalan bersama Tuhan

Dia Membuat Tenang

Dia Membuat Tenang

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Mazmur 107:1-43

Mazmur 107 menggambarkan realitas kehidupan manusia dalam lima gambaran. Pertama adalah seorang penggembara. “Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka” (ayat 4-5). Mereka adalah orang-orang yang pekerjaannya berjalan dari satu kota ke kota lain atau dari satu pulau ke pulau lain, dari negeri yang satu ke negeri yang lain, atau dengan istilah zaman sekarang, mereka adalah orang-orang yang berkeliling untuk berdagang. Kedua, ayat 10 berbunyi, “Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam, terkurung dalam sengsara dan besi. Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah, dan menista nasihat Yang Mahatinggi.” Mereka adalah orang-orang yang duduk dalam kegelapan, menderita karena kesakitan dan beban hidup yang berat. Mereka tidak dapat keluar dari rumah, selalu mengurung diri dan menyendiri. Mereka adalah orang-orang yang sedang frustrasi dan depresi karena memberontak kepada Allah, tidak taat dan hidup menurut kehendak sendiri.

Ketiga, ayat 17 berbunyi, “Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka.” Mereka adalah orang-orang yang sedang sakit disebabkan oleh kelakuan mereka yang berdosa. Keempat, ayat 23 berbunyi, “Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas.” Mereka adalah orang-orang yang bekerja sebagai pelaut, setiap hari berada di tengah samudra luas dalam keadaan kepanasan dan kedinginan, menghadapi ombak dan badai. Mereka sangat mengagumi karya Allah yang luar biasa. Kelima, ayat 37 berbunyi, “Mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil.” Mereka adalah orang-orang yang bekerja sebagai petani, yang menabur benih dan menuai, mereka yang bercocok tanam dan mengerjakan hasil bumi. Kelima hal itulah yang menjadi perkerjaan masing-masing orang. Ada orang yang masih bisa bekerja, tetapi ada orang yang hanya berdiam di rumah. Ada yang menghargai karya Allah, tetapi ada juga yang mencemooh ciptaan Tuhan. Ada yang hidup taat dan takut akan Tuhan, tetapi ada juga yang melawan Tuhan. Baik yang bekerja maupun yang diam saja di rumah memiliki pergumulan, masalah, dan beban masing-masing.

 

Namun, apa yang dikatakan oleh pemazmur? Apa yang pemazmur alami sebagai orang yang percaya kepada Allah? Ia berkata, “Dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka” (Ayat 29-30). Memang badai kehidupan dapat datang tanpa diduga, seperti mengalami malapetaka, bencana, kerugian, ditipu dan dirugikan, atau jatuh sakit parah, dan sebagainya. Hidup yang semula nyaman, tenang, dan baik-baik saja tiba-tiba berubah menjadi beban yang berat. Itulah gelombang kehidupan yang dapat kita alami. Namun, jangan lupa, Allah kita luar biasa, Allah yang menenangkan badai. Kita yang percaya kepada Allah, Tuhan kita Yesus Kristus akan mengalami sukacita karena semua badai dan gelombang sudah reda, bahkan kita pun dituntun oleh Tuhan ke jalan yang benar. Badai dan gelombang menjadi tenang, bencana kehidupan menjadi sukacita karena Tuhan yang menuntun dan mengasihi kita. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *