Renungan Berjalan bersama Tuhan

Dia yang Bangkit

Dia yang Bangkit

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 28:1-20

Tanah kuburan pada zaman Yesus berbentuk gua. Jenazah ditempatkan di bukit yang dilubangi dan kemudian ditutup dengan batu. Sekalipun ada kuburan yang berbentuk taman, kuburan Tuhan Yesus tetap berupa sebuah gua yang ditutup dengan batu besar. Bahkan pada batu itu dipasang meterai dari pemerintah Romawi agar tidak ada seorang pun yang dapat membuka tutup kubur itu tanpa seizin pemerintah Romawi. Namun, apa yang terjadi ketika banyak orang melihat perubahan besar di kuburan Tuhan Yesus? Di hari Minggu pagi, murid-murid Tuhan Yesus mau mengunjungi kuburan-Nya. Mereka sangat terkejut dan sangat ketakutan. Mereka tidak berani memasuki kubur itu karena melihat kubur itu telah terbuka. Batu besar yang menutup pintu kubur tergeletak dengan rapinya di pinggir gua itu. Tampak jelas tidak ada tanda-tanda upaya orang menggulingkannya karena tidak ada bekas seperti sesuatu yang dibuka secara paksa, seperti tanah yang terdongkel untuk membuka batu itu atau lainnya. Semua tanah dan jalan masuk ke gua itu tetap rapi, batu besar itu telah diletakkan persis di samping gua. Orang banyak berkerumun menyaksikan peristiwa yang dianggap langka, aneh, atau mengejutkan itu.

Jelas sangat mengejutkan karena batu besar itu pasti membutuhkan sangat banyak orang untuk menggulingkannya mengingat beratnya. Namun, ternyata dengan mudah batu itu terguling di samping mulut gua. Di antara orang yang menyaksikan hal itu terdapat para penjaga dan para perempuan yang datang bersama Yesus dari Galilea. Matius 28:2 mencatat apa yang mereka saksikan, “Terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.”

 

Mereka belum pernah menyaksikan peristiwa seperti itu seumur hidup mereka. Dari peristiwa itu, tak seorang pun akan berbohong, menipu, atau menyatakan hal-hal yang tidak jujur. Mereka tidak dapat menyangkal bahwa Yesus telah bangkit! Tak ada satu alasan pun yang dapat menyatakan bahwa Tuhan Yesus tidak bangkit. Bukti nyata dalam sejarah dunia menunjukkan bahwa batu besar di pintu kubur itu sudah terguling, kubur sudah terbuka dengan cara yang ajaib melalui cara Allah yang mahakuasa dan kedaulatan-Nya, yang membangkitkan Tuhan Yesus dari antara orang mati.

 

Kebangkitan-Nya menyodorkan sejumlah fakta kepada kita. Pertama, Allah itu mahakuasa dan berdaulat. Tidak ada seorang pun yang dapat melawan kemahakuasaan dan kedaulatan-Nya. Dia mempunyai rencana untuk menebus dosa manusia, dan tak seorang pun sanggup menghalangi rencana-Nya itu. Walaupun manusia yang berdosa dapat membunuh Tuhan Yesus dengan menyalibkan-Nya, tetapi Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Allah sudah merencanakan semuanya: Anak Manusia harus turun ke dalam kerajaan maut untuk menebus dosa manusia. Kedua, batu besar yang terguling itu menyatakan kepada kita bahwa kebangkitan Tuhan Yesus bukan sesuatu yang semu, bukan cerita yang tidak berwujud, melainkan fakta bahwa Dia benar-benar telah hidup kembali. Dia telah menang atas maut. Dia sungguh-sungguh menjadi Juru Selamat yang sejati, yang sudah menebus manusia dari kebinasaan sehingga orang yang percaya kepada-Nya tidak masuk ke dalam kerajaan maut. Terpujilah Tuhan Yesus. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *