Renungan Berjalan bersama Tuhan

Didikan Seorang Ayah

Didikan Seorang Ayah

Amsal 4:1

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kita pasti menganggap bahwa pendidikan sangat penting. Negara maju pasti mempunyai proses pendidikan yang baik, mulai dari play group, taman kanak-kanak, sampai perguruan tinggi bahkan pascasarjana. Bukan hanya ada tempat pendidikannya, melainkan juga proses belajar mengajar dengan kualitas bermutu. Pasti sekolah yang demikian mampu mendidik anak dengan baik. Anak yang terlibat dalam pendidikan bermutu ini akan menjadi pandai, mampu berpikir kritis dengan sehat, serta dapat mengembangkan diri sesuai bakat, talenta, dan karunia yang ada dalam dirinya. Di sisi lain, orangtua akan lebih mantap dan percaya menyerahkan anaknya di sekolah yang bermutu, dengan harapan anaknya menjadi orang yang pandai dan baik.

Namun, menurut Amsal, sebelum anak masuk ke sekolah umum, ada sekolah paling mendasar dan utama dalam kehidupan anak Tuhan. Sekolah itu ada di rumah kita sendiri. Bagi Amsal, rumah bukan sekadar tempat kita berteduh, agar tidak kehujanan dan kepanasan. Bukan itu saja! Rumah adalah tempat setiap orang yang ada dalam rumah itu bisa bertumbuh dan berkembang dalam proses yang semakin dewasa. Dengan demikian, rumah tidak bisa terlepas dari proses belajar-mengajar. Rumah menjadi tempat pertama seseorang belajar … Ya belajar, bukan ilmu berhitung atau matematika, atau ekonomi, melainkan “ilmu kehidupan”: bagaimana menjalani hidup dengan baik dan benar bersama Tuhan. Rumah tempat setiap anak menemukan nilai-nilai kebenaran dalam hidupnya. Rumah tempat anak dapat bertemu Tuhan secara nyata dalam hidup pribadinya. Ada contoh konkret yang dilihat melalui orangtua mereka, ketika ayah dan ibu selalu bergantung kepada Tuhan. Maka, Amsal mengatakan, “Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian” (Amsal 4:1). Panggilan seorang ayah adalah untuk memberikan proses pendidikan kepada seluruh anggota keluarganya. Ayah menjadi kepala keluarga yang harus memberikan proses pendidikan dengan baik. Jika tidak, anak-anak tidak dapat belajar kebenaran yang ada dalam keluarganya. Seorang ayah harus membawa seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak, sampai masuk dalam proses belajar yang benar. Dalam proses belajar ini, berbagai hal tidak cukup hanya dimengerti, tetapi sampai dijalani dalam hidup anak-anak. Keluarga yang bertumbuh sehat dimulai dari berjalannya proses pendidikan dalam keluarga yang berjalan dengan baik. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *