Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Perjanjian Lama

Doa dan Puasa : Apa yang Diajarkan Alkitab?

Hari pendamaian merupakan hari yang sangat indah karena pada hari itu benar-benar manusia yang berdosa telah diampuni dari segala dosanya dengan sempurna. “Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu dihadapan Tuhan” dan pada hari itu kamu merendahkan diri dengan berpuasa. Di sini kita melihat bahwa puasa dilakukan karena menerima anugerah Allah yang luar biasa, di mana kita dapat diperdamaikan dengan Dia.

 

2.Doa dan Puasa dilakukan karena ada ancaman dan penganiayaan bagi umat Tuhan.

Situasi di mana keadilan dan kebenaran sudah tidak ditegakkan kembali. Ester selaku hamba Allah menyerukan agar umat Tuhan berpuasa, sambil meratap tangis dan berkabung. Mereka berdoa dan berpuasa untuk menyerahkan segala situasi itu pada kehendak Allah. (Ester 4:3; bd. Neh.1:4; bd.Yunus 3:5).

Dari kisah Ester ini nampak bahwa ancaman hidup bagi anak-anak Tuhan dapat datang dengan tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka. Ancaman yang begitu mengerikan itu diselesaikan melalui persekutuan dengan Tuhan dalam perkabungan, ratap tangis dan puasa (Ester 4:3).

Demikian pula pada saat Nehemia mendengar berita Yerusalem dihancurkan dan sisa-sisa umat Tuhan ada di dalam penderitaan, maka “…duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa kehadirat Allah…” (Neh.1:4). Tidak ada sikap yang lain sebelum melakukan segala tindakan membela diri dari berbagai ancaman dan penganiayaan yang terjadi, yaitu melalui doa dan puasa.

3. Doa dan Puasa dilakukan karena ada utusan yang menyuarakan kebenaran dan keadilan kepada raja atau pemerintah.

Ester menyerukan kepada segenap umat Tuhan supaya berpuasa secara khusus, agar pada saat menghadap raja, Ester dapat diperkenan dan didengar suaranya. (Ester 4:16).

Melalui seruan Ester sangat nampak sekali bahwa tidak ada kekuatan lain, selain dengan sehati seluruh umat Tuhan mendukung dia untuk menyampaikan suara kebenaran dan keadilan kepada pemerintah dengan doa dan puasa. Doa dan puasa itu menjadi kekuatan mental, spiritual dan pengorbanan yang besar untuk menyatakan kebenaran dan keadilan bagi umat-nya.

4. Doa dan Puasa merupakan hari yang kudus, di mana pada hari itu umat-Nya berkesempatan untuk berteriak kepada Tuhan.

Berteriak untuk pertobatan umat-Nya agar benar-benar kembali taat kepada Allah. (Yoel 1:14). Yoel berseru “Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu korban sajian dan korban curahan. Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negri ke rumah Tuhan, Allahmu, dan berteriaklah kepada Tuhan” (Yoel 1:13,14).

Doa dan puasa dilakukan karena ada dosa yang besar yang dilakukan para pemimpin rohani yang memberikan dampak yang sangat luas kepada seluruh kehidupan umat Tuhan. Doa dan puasa dilakukan sebagai teriakan pertobatan kepada Allah agar belas kasihan dan anugerah pengampunan-Nya diberikan kepada umat-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *