Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Perjanjian Lama

Doa dan Puasa : Apa yang Diajarkan Alkitab?

Melalui seruan Ester sangat nampak sekali bahwa tidak ada kekuatan lain, selain dengan sehati seluruh umat Tuhan mendukung dia untuk menyampaikan suara kebenaran dan keadilan kepada pemerintah dengan doa dan puasa. Doa dan puasa itu menjadi kekuatan mental, spiritual dan pengorbanan yang besar untuk menyatakan kebenaran dan keadilan bagi umat-nya.

4. Doa dan Puasa merupakan hari yang kudus, di mana pada hari itu umat-Nya berkesempatan untuk berteriak kepada Tuhan.

Berteriak untuk pertobatan umat-Nya agar benar-benar kembali taat kepada Allah. (Yoel 1:14). Yoel berseru “Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu korban sajian dan korban curahan. Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negri ke rumah Tuhan, Allahmu, dan berteriaklah kepada Tuhan” (Yoel 1:13,14).

Doa dan puasa dilakukan karena ada dosa yang besar yang dilakukan para pemimpin rohani yang memberikan dampak yang sangat luas kepada seluruh kehidupan umat Tuhan. Doa dan puasa dilakukan sebagai teriakan pertobatan kepada Allah agar belas kasihan dan anugerah pengampunan-Nya diberikan kepada umat-nya.

Dari beberapa ayat ini jelas Doa dan Puasa merupakan bagian dari kehidupan iman kita. Doa dan puasa ternyata merupakan cara yang dikehendaki Tuhan untuk datang kepada-Nya. Ketika ada beban yang berat, pergumulan-pergumulan dan masalah-masalah baik secara pribadi maupun menyangkut seluruh kehidupan umat Tuhan – kita dapat datang kepada Tuhan dengan Doa dan Puasa. Doa dan Puasa merupakan bagian yang amat penting dalam kehidupan kita iman kita!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *