Renungan Berjalan bersama Tuhan

Doa Orang Benar

Doa Orang Benar

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya” (Amsal 15:29)

Hidup ini sangat dipengaruhi dengan apa yang namanya “relasi” atau “hubungan”. Relasi bisa terjadi karena ikatan “darah” seperti keluarga, famili, atau kerabat. Ada relasi karena persahabatan, teman kerja, teman sejak kecil, dan sebagainya. Dalam relasi itu, entah kita sadari atau tidak, mengandung suatu value atau nilai, yakni adanya keterbukaan, kejujuran, kepercayaan; bahkan kalau relasi itu akrab, maka di antara mereka pasti mengetahui kesukaan masing-masing. Mereka saling mengenal dan tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing. Berbeda dengan orang yang tidak mempunyai relasi atau orang yang terus saling bertentangan. Relasi yang bertentangan akan menciptakan hubungan yang saling mencurigai dan akhirnya bisa saling menghancurkan. Di antara mereka tidak akan ada keinginan untuk saling membangun, tetapi saling merusak dan menjatuhkan.

Itulah yang diungkapkan oleh Amsal temtamg bagaimana Allah berelasi dengan umat-Nya. Amsal mengatakan bahwa Tuhan itu jauh dari orang fasik, yaitu orang yang menolak, melawan, menentang, dan dengan sengaja tidak taat kepada-Nya. Orang fasik adalah orang yang jauh dari Tuhan. Bukan Tuhan yang menolak atau melarikan diri dari mereka, melainkan sikap hati merekalah yang sebenarnya menolak Tuhan.

Berbeda dengan orang yang dekat dengan Tuhan. Mereka digambarkan oleh Amsal sebagai orang benar. Apa yang dimaksud oleh Amsal dengan orang benar? Orang benar adalah orang yang setia kepada Tuhan, yang hidupnya takut akan Tuhan. Sama seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Yohanes 9:31, “Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.” Orang yang takut akan Tuhan adalah mereka yang terus belajar melakukan kehendak Tuhan. Doa, permohonan, segala keluh kesah, dan pergumulan orang yang demikian pasti didengar oleh Tuhan. Orang benar adalah orang yang justru mengatakan kepada dirinya, aku berdosa, aku tak mampu melakukan apa pun kalau tidak bersama Tuhan. Aku sudah gagal dan binasa, tetapi anugerah Tuhan Yesus-lah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang hidupku ini bukanlah milikku lagi, melainkan Tuhan yang hidup di dalamku. Itulah sikap orang benar di hadapan Tuhan. Sudahkah kita selalu belajar untuk takut kepada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya? Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *