Khotbah Perjanjian Baru

Dua Makna Kenaikan Yesus Kristus bagi Kita

Dua Makna Kenaikan Yesus Kristus bagi Kita (Lukas 24:48-53)

oleh : Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

 

24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” 24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

 

Apa sih yang dirayakan dalam ibadah kenaikan Yesus?

Natal: kelahiran Yesus. Jumat Agung: kematian Yesus. Paska: kebangkitan Yesus. Kenaikan Yesus? Ya kenaikan. Namun, apa arti kenaikan itu bagi kita? Dalam Natal, kita menyambut kedatangan Sang Juru Selamat bagi kita. Dalam Jumat Agung, kita mengenang pengurbanan dan kematian-Nya bagi kita. Dalam Paska, kita mengenal kemenangan Yesus Kristus atas maut yang membebaskan dosa kita. Dalam kenaikan-Nya, apakah kita merayakan kepergian Yesus Kristus ke surga bagi kita? Bukankah kita malah ditinggalkan-Nya? Lho, kok malah membuat acara dan ibadah untuk mengenang bagaimana kita ditinggalkan oleh Yesus Tuhan dan Juru Selamat kita. Bila kita mempunyai anak, ada acara syukuran. Bila kita naik pangkat atau pindah rumah, ada acara perayaan tertentu untuk itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan ada orang yang merayakan peristiwa bagaimana ia ditinggal pergi oleh kekasihnya yang tak kunjung kembali? Patah hati kok dirayakan.

Marilah kita memikirkan ulang tentang arti dan relevansi peristiwa kenaikan Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Mengapa kita merayakan kenaikan Yesus Kristus melalui ibadah, dan apa artinya itu bagi kehidupan kita?

 

Kenaikan Yesus Kristus Menunjukkan Penggenapan Janji Allah

Menarik untuk memerhatikan bagaimana Lukas mengakhiri Injil yang ditulisnya. Injil ini diakhiri dengan peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga. Sebelum peristiwa kenaikan ini, Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia harus menggenapi segala perkataan yang tertulis tentang diri-Nya di dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi, dan kitab Mazmur. Yesus memahami bahwa kehadiran-Nya tidak terlepas dari rancangan Bapa surgawi-Nya—rancangan yang telah Bapa-Nya ungkapkan sejak zaman Perjanjian Lama. Rancangan Bapa surgawi yang kemudian digenapi di dalam kehidupan Yesus Kristus ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya meskipun janji tersebut diungkapkan ratusan bahkan ribuan tahun silam.
Lukas perlu menunjukkan bahwa Yesus Kristus merupakan penggenapan janji Allah karena berulang kali orang-orang Israel merasa kecewa dengan orang-orang yang menyatakan diri sebagai Mesias namun ternyata kemudian mati. Berulang kali orang Israel merasa bahwa inilah saatnya janji Tuhan digenapi, tetapi ternyata belum. Pengalaman berulang kali semacam itu tentu saja dapat membawa mereka menuju keputusasaan dan bahkan sikap skeptis. Lukas menandaskan bahwa janji Allah akan digenapi menurut waktu-Nya, bukan waktu kita. Waktu Tuhan memang berbeda dengan waktu manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *