Renungan

Dua Sisi

Dua Sisi

 

Di dalam tertawa pun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan.

(Amsal 14:13)

 

Suatu kali seorang rekan tertawa bahagia. Ia baru saja mendapatkan pemberitahuan bahwa ia memenangkan hadiah sejumlah uang tertentu dari sebuah bank. Dengan penuh kegembiraan ia menuangkan hal tersebut dalam sebuah status di facebook. Benar, hadiah sejumlah uang tertentu menambah jumlah tabungannya. 

 

Namun, kemudian terjadilah sesuatu di luar dugaan. Beberapa teman datang untuk meminjam sejumlah uang. Orang-orang yang dikenalnya melalui facebook mulai kerap menelepon untuk menawarkan investasi keuangan. Merasa terganggu dengan apa yang terjadi, rekan itu berkata, “Menang undian memang menggembirakan, tapi ternyata di balik setiap kegembiraan ada kerepotannya sendiri.”

 

“Di dalam tertawa pun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan” (Amsal 14:13). Amsal ini hendak menegaskan bahwa hidup kita selalu terdiri atas dua sisi: tertawa dan merana, sukacita dan dukacita. Tidak selamanya kita dapat menikmati sisi yang baik: tertawa dan sukacita. Adakalanya kita harus mengalami sisi yang buruk: merana dan dukacita. Tak jarang pula keduanya hadir bergantian dengan cepat.

 

Tidak ada yang abadi di dalam dunia ini. Nikmati sukacita selagi ada. Jalani dukacita sekuat tenaga. Tidak ada tawa yang tidak berakhir, dan tidak ada dukacita yang abadi. Nikmati setiap kondisi hidup dengan mengingat kehadiran Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *