Renungan Berjalan bersama Tuhan

Ganjaran Rendah Hati

Ganjaran Rendah Hati

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” (Amsal 22:4)

Hukum alam seperti hukum timbal balik, menabur menuai, mengasihi dikasihi, dan lainnya pasti terjadi dalam hidup kita. Ini bukan hukum karma. Kita tidak percaya bahwa dalam hidup ini ada karma. Tuhan tidak pernah merencanakan kecelakaan, malapetaka, atau penderitaan bagi anak-anak-Nya. Yeremia berkata kepada umat-Nya, Israel, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11). Tuhan tidak pernah memberikan karma kepada anak-anak-Nya. Bukan karma, tetapi hukum timbal balik, sebab akibat. Amsal mengatakan, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan.” Yang dimaksud dengan “ganjaran”, yaitu upah, akibat, hasil, atau buah dari suatu perbuatan.

Manusia ini tidak cukup hanya rendah hati karena sikap rendah hati juga bisa menjadi atau mengakibatkan orang itu sombong. Maka dari iru, Amsal mengatakan tentang “orang yang rendah hati dan takut akan Tuhan”. Ketika seseorang takut akan Tuhan, ia sadar bahwa kerendahan hati yang ada di dalam dirinya semata-mata karena anugerah Tuhan.

Ia sadar bahwa Tuhan melihat seluruh hati, pikiran, sikap, dan hidupnya. Orang seperti ini akan memperoleh ganjaran, yaitu kekayaan. Ganjaran pertama diungkapkan oleh Amsal, yaitu mendapatkan kekayaan. Akan tetapi, jangan terlalu cepat menganggap bahwa kekayaan itu berupa materi, rumah mewah, harta banyak, dan sebagainya. Orang yang rendah hati dan takut akan Tuhan pasti akan mendapatkan kekayaan, yaitu kaya hikmat, kaya relasi, kaya pengetahuan akan kebenaran, kaya kebijaksanaan, kaya kebaikan, kaya kesabaran, kaya kebajikan, kaya belas kasihan, dan sebagainya. Kaya akan kehidupan yang membawa sukacita dan damai sejahtera. Mari kita belajar untuk menjadi orang yang rendah hati dan takut akan Tuhan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, terima kasih untuk tuntunan firman Tuhan yang luar biasa. Ajarlah aku untuk menjadi rendah hati dan takut akan Tuhan karena sikap itulah yang Tuhan kehendaki dalam diriku. Sertailah pekerjaanku, kehidupan keluargaku, dan pelayananku.
  2. Tuhan, sertailah kami karena sebagai gereja, kami sangat membutuhkan pola hidup yang bisa menjadi teladan bagi banyak orang. Tempalah kami agar menjadi orang yang rendah hati dan takut akan Tuhan. Sikap ini bukan saja di dalam gereja, melainkan juga di luar gereja, yakni dalam pekerjaan dan dalam hidup bermasyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *