Renungan Berjalan bersama Tuhan

Guru Mengajarkan Percaya

Guru Mengajarkan Percaya

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 6:25-34

Dalam proses belajar dan mengajar, kita tahu bahwa guru mempunyai peran yang luar biasa dalam kehidupan murid-muridnya. Mengakui bahwa Tuhan Yesus sebagai Guru berarti menerima semua yang diajarkan-Nya dan melakukan yang diperintahkan-Nya. Sang Guru—Tuhan Yesus—menyatakan, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?” (Matius 6:31). Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar tidak khawatir atau cemas terhadap apa yang akan diminum, makan, dan pakai, atau dengan istilah sekarang, sandang, pangan, dan papan. Bukankah kekhawatiran kita memang selalu ada di sekitar kebutuhan sehari-hari, yaitu apa yang akan dimakan dan diminum; apa yang akan dipakai, yaitu sandang dan perumahan sebagai tempat berteduh. Di sepanjang hidup ini kita terus berjuang dan bekerja untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut, yang merupakan kebutuhan dasar atau kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Perintah yang meminta kita untuk tidak khawatir atau cemas menuntut kita sebagai murid untuk percaya. Guru sendiri yang berkata, “Jangan kuatir.” Apakah kita bersedia menerima dan percaya, ataukah menolak dan tidak percaya? Jika kita menerima dan percaya, perjalanan hidup kita setiap hari harus dijalani dengan penuh keyakinan bahwa Guru tidak menginginkan kita khawatir terhadap masalah-masalah kebutuhan pokok. Guru akan memberikan jaminan kepada murid-murid-Nya bahwa kebutuhan pokok itu pasti disediakan dengan sempurna.

 

Tidak khawatir bukan berarti meniadakan segala usaha kita. Guru tidak mengajarkan kepada kita agar hanya berdiam diri dan berpangku tangan  menunggu pemenuhan kebutuhan pokok datang dengan sendirinya. Tidak! Kita dituntut untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan melalui pekerjaan yang kita lakukan itu Dia akan mencurahkan berkat-Nya. Marilah kita belajar percaya kepada apa yang dikatakan oleh Guru kita. Jangan khawatir. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, tolonglah aku, yang terkadang masih khawatir tentang pergumulan akan sandang, pangan, dan papan. Aku khawatir kalau tidak tercukupi, khawatir kalau kehilangan, khawatir kalau tidak ada pekerjaan dan penghasilan, khawatir masa pensiun dan hari tua, khawatir akan berbagai penyakit, khawatir akan musibah yang dapat dating dengan tiba-tiba, dan sebagainya. Ajarlah aku untuk percaya dan tidak khawatir.
  2. Tuhan, kami berdoa agar keberadaan gereja melalui pengajaran mimbar senantiasa menguatkan semua anak Tuhan yang beribadah. Berkatilah dan pimpinlah semua anak Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan, supaya firman Tuhan yang diberitakan menjadi kekuatan bagi seluruh Jemaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *