Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hati yang Gembira

Hati yang Gembira

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22)

Ini merupakan ungkapan Amsal yang sangat terkenal, sampai ayat ini digubah menjadi satu pujian Hati yang Gembira. Penulis kitab Amsal benar-benar diberi hikmat Tuhan yang luar biasa untuk dapat menuliskan kebenaran firman Tuhan. Dengan kata-kata bijaknya, Amsal melihat bahwa obat yang paling manjur dalam menghadapi banyak masalah adalah “hati yang gembira”. Apa alasannya? Bukankah setiap hari kita dihantui oleh banyak hal, entah itu kesusahan, kesulitan, kepedihan, beban berat, ketakutan, kekhawatiran, kegelisahan, ketidaktenangan, rasa malu atau bersalah, sikap menganggap diri gagal terus, pemikiran bahwa orang lain selalu lebih baik daripada diri sendiri, sikap selalu menyendiri, sikap minder, ketidakberanian bergaul dengan siapa pun, sikap terus mengurung diri, perasaan selalu dikejar-kejar orang, dan sebagainya?

Bukankah semua itu yang menggerogoti kegembiraan hati seseorang? Jika kegembiraan telah dirampas oleh beban-beban seperti itu, maka setiap hari orang yang demikian akan menjalani hidupnya dengan patah semangat, sama sekali tidak mempunyai semangat hidup. Padahal semangat hidup itu merupakan bahan bakar yang sangat penting agar seseorang dapat bekerja. Tanpa bahan bakar, tidak ada kendaraan yang bisa berjalan.

Hati yang gembira menjadi kunci seseorang untuk bisa bersemangat; semangat seseorang bisa menjadi penggerak untuk melakukan aktivitasnya. Semangat yang patah akan mengeringkan tulang, dan orang itu akan menjadi sama sekali tidak berpengharapan. Dan orang yang tidak mempunyai pengharapan dalam hidupnya adalah orang yang sudah menentukan langkah kakinya menuju pada kegagalan, bahkan kebinasaan. Orang yang mengalami pergumulan seberat apa pun, jika masih mempunyai pengharapan, ia akan bangkit dan mampu menyelesaikan semua beban hidupnya dengan keberhasilan. Bagaimana kita bisa mempunyai pengharapan yang teguh? Dimulai dari hati yang gembira. Bagi Amsal, hati kita bisa gembira karena mempunyai hikmat Tuhan Yesus Kristus. Jika hati sudah bergembira, kita pasti akan mempunyai semangat. Dan semangat yang muncul tidak akan mengeringkan tulang, tetapi menyegarkan tubuh kembali untuk terus berkarya dengan penuh sukacita.

Orang yang patah semangat pasti melihat segala sesuatu akan gagal. Sebenarnya, ia mampu dan bisa bekerja dengan banyak cara, namun ia justru berkata, “Aku orang yang bodoh dan tidak mampu mengerjakan apa pun.” Peluang yang ada tidak pernah diambilnya karena sudah merasa tidak bisa menjalani, dan kalau dipaksakan pasti gagal. Itulah orang yang patah semangat. Berbeda dengan orang yang hatinya gembira. Walaupun menghadapi kesulitan dan kerumitan yang amat sangat, ia akan berkata, “Aku dapat menyelesaikan perkara ini sekalipun benang itu kusut sulit diurai, tetapi tetap ada jalan untuk mengurainya kembali.” Itulah orang yang hatinya penuh dengan kegembiraan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *