Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hidup dalam Kedagingan dan Iman

Hidup dalam Kedagingan dan Iman

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Galatia 2:15-21

Kalau kita mau mencermati hidup ini, maka sebenarnya hidup ini sangat unik. Hidup itu bisa kita lihat secara terpilah-pilah meskipun sebenarnya menyatu dan tak terpisahkan. Sebagai contoh, kita terdiri dari tiga bagian yang menyatu, yakni tubuh, jiwa, dan roh. Tubuh adalah bentuk yang dapat kita lihat dan pegang, yang membedakan antara orang yang satu dengan yang lain. Jiwa di dalam tubuh mengandung pikiran, emosi, kehendak, dan nafsu. Sedangkan roh adalah yang menghubungkan kita dengan Allah. Kita bisa mengenal Allah karena kita diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya. Paulus juga melihat bahwa hidup ini bisa dibagi ke dalam dua bagian, yakni hidup dalam kedagingan dan hidup dalam roh. Hidup dalam kedagingan adalah hidup yang dipenuhi hawa nafsu dunia, penuh keserakahan dan sikap mementingkan diri sendiri, sikap memenuhi kebutuhan ego tanpa memedulikan orang lain. Sedangkan hidup dalam roh adalah hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus yang berdiam di dalam hidup kita. Roh Kudus itulah yang memimpin kita dalam kebenaran.

Roh Kudus yang memberikan kepada kita buah Roh. Paulus berkata, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak  Allah  yang  telah  mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:20—penekanan kata bercetak miring ditambahkan oleh penulis). Menarik sekali ketika Paulus berkata, “Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak  Allah.” Paulus sadar bahwa hidup yang dijalani itu memang masih dalam daging, belum hidup “dalam Roh” yang berarti tubuh kebangkitan. Selama di dunia, kita masih hidup dalam kedagingan. Namun, kedagingan seperti apa yang dijalani? Kedagingan yang dikuasai oleh daging atau kedagingan yang dikontrol oleh Roh Kudus. Paulus menegaskan bahwa pada saat kita sudah ditebus dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus, maka Roh Kudus sudah ada di dalam kehidupan kita. Dengan demikian, hidup kita akan dipimpin oleh Roh Kudus. Kedagingan kita dikuasai dan dikontrol oleh Roh Kudus.

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama kita hidup di dunia, seluruh hidup kita ini masih dikuasai oleh kedagingan kita yang sudah jatuh ke dalam dosa. Pencobaan dan godaan kedagingan itu sudah mencapai seluruh aspek kehidupan manusia, baik pada diri anak-anak Tuhan ataupun yang belum menjadi anak-anak Tuhan. Kedagingan kita itu mempunyai kekuatan yang luar biasa, maka tak heran jika kita menjalani hidup yang sangat hedonis, menuntut suatu kepuasan yang harus dipenuhi. Jika tidak terpenuhi, kita bisa memberontak. Sementara itu, dunia terus memamerkan hal-hal yang indah, yang sangat menarik hati. Kita tidak bisa menipu mata untuk tidak melihat dan menikmatinya. Apa yang kita pandang itu menjadi godaan dan mendorong kedagingan kita untuk terlibat, ikut ambil bagian, menikmati tawaran-tawaran yang menggiurkan dengan adanya kemudahan-kemudahan untuk mendapatkannya. Belum lagi godaan-godaan secara materi yang mendorong kita untuk memiliki segala hal yang kita dilihat. Kedagingan sangat mudah tergoda dan digoda oleh siapa pun yang ada di sekitarnya. Namun, orang yang sudah berada di dalam Tuhan Yesus, kedagingannya akan dikontrol oleh Roh Kudus. Kedagingan itu sudah tidak dapat bebas semaunya sendiri, sekehendak hatinya, tetapi akan dikuasai oleh Roh Kudus. Itulah yang dimaksud Paulus ketika berkata, “Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak  Allah  yang  telah  mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Hidup seperti ini adalah hidup yang mampu memilah mana yang baik dan yang jahat, mana yang  dibutuhkan atau yang sekadar memenuhi keinginan kedagingan, mana yang tidak berguna dan tidak bermanfaat. Hidup oleh iman adalah hidup yang terus berkarya dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan terus membimbing kita. Dia terus membukakan jalan hidup bagi kita. Oleh karena itu, apa pun yang terjadi di dalam hidup kita harus diselesaikan melalui iman kita kepada Tuhan Yesus, yakni berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Hidup di dalam iman adalah hidup yang dijalani sesuai dengan firman-Nya. Marilah kita berusaha supaya kedagingan kita dikuasai oleh iman kita di dalam Tuhan Yesus. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *