Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hidup Kembali Bersama Kristus

Hidup Kembali Bersama Kristus

1 Korintus 15:12-34

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus” (1 Korintus 15:22). Itulah yang dikatakan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus menandaskan bahwa manusia merupakan keturunan Adam dan Hawa yang diciptakan Allah sebagai manusia yang pertama. Adam dan Hawa juga menjadi ayah dan ibu seluruh umat manusia di jagat raya ini. Paulus menyatakan Adam dan Hawa tidak hanya menurunkan seluruh umat manusia ke dunia ini, tetapi mereka juga memiliki “persekutuan” dengan seluruh umat manusia. Dalam persekutuan terdapat hubungan yang akrab dan terbuka. Persekutuan mengandung ikatan yang erat yang tak dapat dilepaskan karena masing-masing memang terikat satu dengan yang lain.

Dengan demikian, Paulus berkata, “Semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam.” Inilah konsekuensi yang tidak bisa dihindarkan dari persekutuan. Seperti orangtua yang dikaruniai anak-anak oleh Tuhan, maka anak-anak itu secara otomatis masuk ke dalam satu ikatan persekutuan yang tak terpisahkan! Orangtua dan anak sudah menjadi satu ikatan lahir dan batin. Tak ada yang dapat memutuskan ikatan itu. Walaupun mungkin mereka hidup terpisah, ikatan darah tetap tidak akan terputus. Karena itulah semua orang akan mati di dalam persekutuan dengan Adam!

Persekutuan bersifat kekal. Oleh persekutuan dengan Adam, manusia harus berhadapan dengan kematian. Namun, kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus berkenan melanjutkan ikatan persekutuan bersama manusia. Sementara persekutuan yang pertama bersama Adam mengakibatkan kematian, maka persekutuan yang kedua bersama dengan Tuhan Yesus menghasilkan kehidupan. Persekutuan yang pertama berujung pada kematian karena Adam telah gagal menjalani persekutuannya dengan Allah. Ia telah jatuh ke dalam dosa. Oleh sebab itulah melalui persekutuan yang kedua di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita mendapatkan kehidupan yang baru, bukan kematian! Allah yang menjadi manusia di dalam Yesus telah mengerjakan keselamatan bagi manusia dengan sempurna. Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Yesus telah “diikat dalam satu persekutuan yang erat, yang tidak dapat dipisahkan oleh siapa pun dan dengan apa pun!” Begitulah pentingnya sebuah persekutuan, yang memberikan ikatan yang tidak dapat dipisahkan. Kita semua telah terikat dalam satu persekutuan dengan Yesus. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena persekutuan dengan Adam yang menuju kepada kematian telah diubah menjadi persekutuan dengan Kristus yang mendatangkan hidup baru, hidup yang kekal. Mampukan aku untuk menjalin nilai-nilai persekutuan yang erat, yang terikat oleh kasih Tuhan.
  2. Tuhan, mampukan kami sebagai gereja untuk menciptakan iklim persekutuan yang sehat, saling menguatkan dan mengasihi dengan konkret. Pimpinlah kelompok-kelompok kecil di dalam gereja agar melaluinya persekutuan dapat bertumbuh dengan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *