Khotbah Perjanjian Baru

Hidup Kristen yang Berintegritas

Hidup Kristen yang Berintegritas

Oleh: Pdt. Benny Solihin

Galatia 2:11-14

Pendahuluan

Tembok Besar Cina, the Great wall, merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia. Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun. Tembok itu panjangnya 10.000 li atau 6.400 kilometer, tingginya 8 m dan lebar bagian bawahnya 8 m, sedangkan lebar bagian atasnya 5 m. Tembok ini dibuat dengan tujuan untuk mencegah serbuan bangsa Mongol dari utara pada masa itu. Itulah sebabnya, setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Bagi orang-orang yang hidup pada waktu itu, tembok ini terlalu tinggi untuk dapat dipanjat, terlalu tebal untuk didobrak, dan terlalu panjang untuk dikelilingi. Itulah yang membuat orang-orang yang tinggal di sebelah dalamnya merasa sangat aman.

Namun, sepanjang sejarah, beberapa ratus tahun setelah tembok itu berdiri, orang-orang di sana telah diserang tiga kali. Ribuan musuh masuk tanpa merobohkan dan memanjat tembok. Bagaimana caranya? Mereka masuk melalui pintu utama dengan cara menyuap penjaga pintu gerbang dengan sejumlah uang dan wanita. Karena hal itu, orang sering mengatakanThe Chinese were so busy relying upon the walls of stone that they forgot to teach integrity to their next generations.” Artinya, “Orang-orang Tionghoa pada masa itu terlalu bersandar pada kekuatan tembok yang terbuat dari batu tersebut, sehingga mereka lupa untuk mengajarkan tentang integritas kepada generasi muda mereka.” Tanpa integritas para penjaga, kekuatan tembok besar yang luar biasa dalam melindungi dan menyelamatkan jiwa-jiwa manusia tidak berarti apa-apa.

Saudara, sama seperti tembok besar, kekuatan Injil untuk menyelamatkan jiwa manusia tidak akan berarti apa-apa jika orang-orang Kristen yang dipercayakan Injil oleh Tuhan hidup tanpa integritas. Bukankah itu telah sering kita lihat sehari-hari. Pernahkah Saudara mendengar kalimat-kalimat seperti ini?

  • “Buat apa ke gereja? Teman saya, dari remaja sampai tua hidupnya di gereja terus, tetapi omongannya enggak ada yang bisa dipegang.
  • “Ayah saya sudah bersumpah bahwa seumur hidup ia tidak mau masuk gereja, karena waktu muda, ia pernah ditipu oleh seorang majelis gereja.
  • “Hamba Tuhan kok seperti itu? Apanya yang mau diteladani?”

Kalimat-kalimat seperti itu jelas menunjukkan bahwa kehidupan orang Kristen yang tidak mempunyai integritas merupakan ancaman yang besar bagi efektivitas penyebaran Injil.

Penjelasan

Ancaman seperti itu sesungguhnya sudah terjadi sejak awal kehidupan jemaat pertama. Bahkan dilakukan oleh seorang rasul yang justru dipercayakan oleh Tuhan Yesus sebagai pemimpin gereja mula-mula. Nama rasul itu adalah Petrus.

Kisah Perselisihan antara Paulus dan Petrus (Gal. 2:11-14)

Latar-belakang perikop ini dimulai dengan mengisahkan tentang Petrus dan Barnabas serta orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengadakan perjamuan makan bersama dengan orang-orang Kristen yang bukan keturunan Yahudi dan yang tidak bersunat di Antiokhia. Hal seperti ini mungkin telah biasa dilakukan dalam jemaat Antiokhia dan juga biasa bagi Petrus. Perjamuan ini berjalan baik sampai datangnya orang-orang kelompok Yakobus dari Yerusalem. Orangorang ini mungkin adalah orang-orang Kristen yang masih memegang tradisi Taurat dengan ketat dan mengharuskan orang-orang Kristen Yahudi untuk tidak bergaul erat dengan orang-orang Kristen yang tidak bersunat, apalagi makan semeja dengan mereka.

Melihat kedatangan orang-orang ini, Petrus menjadi takut dan ia mengundurkan diri dan menjauhi orang-orang Kristen yang tidak bersunat yang tadinya semeja dengannya. Kata “mengundurkan diri” yang dipakai oleh Paulus di sini adalah suatu istilah yang biasanya dipakai dalam istilah perang yang berarti mundur pelan-pelan mencari posisi yang aman. Petrus melakukan hal itu untuk mengamankan dirinya.

Kalau yang melakukan tindakan ini orang lain, mungkin hal itu masih bisa dimaklumi. Tetapi yang berbuat itu adalah Petrus, rasul yang diangkat oleh Tuhan Yesus sebagai pemimpin gereja. Ia melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan imannya, tidak sesuai dengan kebenaran Injil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *