Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hidup Tiga Hari

Hidup Tiga Hari

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Mazmur 90:1-17

Apakah kita menyadari bahwa sebenarnya hidup yang kita jalani ini hanya berada dalam konteks waktu tiga hari saja, yakni Past (masa lalu), Present (masa sekarang), dan Future (masa yang akan datang)? Apa yang terjadi di setiap bagian itu?

 

Yang pertama: Hari kemarin/masa lalu (Past). Kita tidak dapat mengubah apa pun yang telah terjadi. Kita tidak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kita tidak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin berlalu; lepaskan saja ….

Yang kedua: Hari esok (Future). Hingga mentari terbit keesokan hari, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Kita tidak bisa mengerjakan esok hari. Kita tidak mungkin tahu apakah esok kita sedih atau ceria. Esok hari belum tiba dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi; biarkan saja ….

 

Yang tersisa kini hanyalah: Hari ini (Present). Pintu hari kemarin telah tertutup; pintu hari esok belum terbuka. Pusatkan saja diri kita untuk hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal pada hari ini. Bila kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari, lakukanlah saat ini juga! Hiduplah untuk hari ini karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; kerjakan apa yang ada di hari ini. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat meski mereka berlaku buruk kepada kita.

 

Cintailah seseorang dengan sepenuh hati hari ini karena mungkin di hari esok kisah hidup kita sudah berganti. Ingatlah bahwa kita menunjukkan penghargaan kepada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita. Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekang kita atau masa depan membuat kita bingung. Lakukanlah yang terbaik untuk HARI INI dan lakukan SEKARANG juga! The day will come when you will review your life and be thankful for every minute of it. Every hurt, every sorrow, every joy, every celebration, every moment of your life will be a treasure. This is why today is called a PRESENT. Success is not the key of happiness. Happiness is the key of success.

(Akan tiba saatnya kamu akan menerima kehidupanmu dan bersyukur untuk setiap menit dari kehidupan tersebut. Setiap sakit hati, setiap penderitaan, setiap sukacita, setiap perayaan, setiap kejadian dalam hidupmu adalah harta. Karena itulah HARI INI disebut HADIAH. Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan.) Dengan pemahaman ini, marilah kita belajar menjadi orang yang berhikmat seperti kata pemazmur: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12). Bukankah orang yang bijaksana adalah orang yang mengisi waktu sekarang ini bersama Tuhan? Mengisi waktu sekarang untuk meninggalkan yang tidak baik di hari kemarin, mengerjakan hal yang baik di hari ini, dan berharap untuk melangkah menuju hari esok dengan hal yang lebih baik lagi. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *