Renungan

Hoax

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

(Amsal 14:15)

Beberapa waktu yang lalu saya menerima broadcast message dari seorang rekan. Bunyinya kurang lebih demikian: “Hati-hati dengan penjual rujak X yang sudah menderita AIDS. Penjual rujak ini secara sengaja meneteskan darahnya ke buah-buahan jualannya. Akibat memakan rujak dari penjual X, seorang telah terinfeksi HIV.” Apakah Anda pernah menerima pesan seperti ini?

Pesan seperti ini diteruskan begitu saja dari satu orang ke orang yang lain tanpa lebih dahulu mengecek kebenarannya. Seorang rekan bahkan ngotot bahwa berita ini benar karena ada di internet. Tentu saja kita tahu bahwa keberadaan suatu berita di internet sama sekali tidak menjamin kebenarannya. Padahal apabila rekan itu sedikit mau bersusah payah melakukan pencarian di internet, maka ia akan tahu bahwa kabar tentang orang yang terinfeksi HIV/AIDS melalui rujak itu adalah hoax alias kebohongan belaka. Virus HIV/AIDS tidak dapat menular melalui makan atau minuman.

“Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan” (Amsal 14:15a). Amsal menyebut orang yang percaya begitu saja pada setiap kabar yang ia baca dan dengar sebagai orang yang tidak berpengalaman. Tidak berpengalaman berarti kurang wawasan. Akibatnya, ia mudah tertipu dan bahkan akhirnya menjadi penyebar kebohongan itu.

“Tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (Amsal 14:15b). Orang menjadi bijaksana seiring dengan pertambahan pengalaman dan wawasan kehidupan. Orang menjadi bijaksana karena mencermati segala sesuatu dan terus berupaya untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pengetahuan. Hasilnya tentu saja adalah langkah hidup yang cermat.

Bersikaplah bijaksana dalam menerima dan meneruskan informasi. Tidak setiap informasi layak dipercaya, apalagi dibagikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *