Khotbah Perjanjian Baru

I Can Face Tomorrow

Oleh: Pdt. Andy Kirana

1 Korintus 15:12-19

Shalom. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan berkat firman Tuhan untuk mempersiapkan kita menghadapi masa depan kita bersama Tuhan Yesus. Tema firman Tuhan saat ini saya beri judul I Can Face Tomorrow. Ya… ada hari esok untuk kita semua karena kita tahu kita punya masa depan bersama Tuhan Yesus.

Mari kita baca 1 Korintus 15:12-19 untuk mendasari berkat firman Tuhan dalam kesempatan ini.

Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.

Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Melalui bacaan tadi, kita diingatkan akan satu pertanyaan yang amat penting. Pertanyaan itu harus kita jawab dengan jujur supaya kita siap ketika harus menghadapi kematian. Pertanyaan itu adalah, apakah Anda sudah siap mati? Saudara mungkin mengira, ini adalah pertanyaan konyol. Tetapi itu adalah kenyataan dan biasanya kita enggan untuk membicarakan kematian kita. Kita pun biasanya malas ketika harus mendengarkan orang membicarakan kematian.

Ironisnya, Saudara… Paulus mengingatkan jemaat di Korintus mengenai pentingnya memahami kematian. Mengapa? Karena kita sering kali melupakan bahwa kematian sesungguhnya adalah anugerah. Saudara… ada tiga anugerah yang diberikan oleh Tuhan untuk kita. Pertama, anugerah keselamatan. Anugerah ini diberikan pada saat Saudara memutuskan mengikuti Tuhan Yesus dan Saudara diselamatkan. Anugerah kedua adalah anugerah kehidupan. Ini adalah anugerah yang memberikan kita spirit atau semangat untuk menjalani hari demi hari bersama Tuhan Yesus. Dengan anugerah ini kita mampu melaksanakan setiap tugas sehari-hari. Anugerah ketiga adalah anugerah kematian. Ketika tiba saatnya kematian kita, Allah mempersiapkan kita untuk menghadapinya. Ini yang sering kita lupakan. Di mata Tuhan, kematian orang percaya adalah anugerah. Karena itu, Saudara… bagi anak-anak Tuhan, membicarakan kematian bukanlah hal tabu. Sekarang mari kita berbicara kematian bersama Paulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *