Renungan Berjalan bersama Tuhan

Injil Atau Makan

Injil Atau Makan

Mazmur 107:1-9

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Ada banyak lingkungan yang kumuh, kotor, dan tidak nyaman. Itulah sebabnya banyak gereja melakukan kegiatan sosial untuk menolong orang-orang yang tinggal di sana. Mengapa gereja mau melayani mereka? Tak lain karena gereja tergerak oleh belas kasihan. Gereja tidak bisa berpangku tangan melihat penderitaan yang diakibatkan oleh kemiskinan, bencana alam, ketidakadilan. Kondisi masyarakat yang seperti itu menggugah gereja untuk menjalani panggilan dan pelayanan yang mulia.

Banyak program pelayanan dibuat demi panggilan tersebut. Namun, mengapa kita harus bersusah payah melakukannya? Apa yang mendorong kita untuk melakukan pelayanan sosial kepada sesama kita? Jawabannya hanya satu: kasih karunia Yesus yang telah menyelamatkan dan mengasihi kita. Kasih-Nya yang menebus segala dosa kita dan mengampuni kita sehingga kita menjadi anak Allah. Itulah yang mendasari segala perbuatan dan pelayanan kita kepada orang lain. Kasih Yesus itulah yang hendak kita bagikan kepada orang lain agar mereka yang belum merasakan kasih-Nya dapat mengalaminya secara nyata. Tetapi, pelayanan ini bukanlah sekadar memberikan kekuatan atau berkat-berkat secara jasmani saja karena kebutuhan jasmani tidak bersifat kekal. Ada kebutuhan lain yang lebih berharga dan bernilai, yakni kebutuhan rohani.

Mengapa kebutuhan rohani lebih penting dari segalanya? Karena sebagai orang percaya, kita meyakini hidup yang kekal. Setelah kematian tubuh masih ada kehidupan, baik di surga maupun di neraka.  Oleh karena itu, kebutuhan pokok dalam hidup kita adalah kehidupan kekal. Jangan hanya menunjukkan kasih yang bersifat sementara, tunjukkanlah kasih yang bersifat kekal dengan berbagi makna kehidupan, saling menguatkan, dan sebagainya. Dalam Mazmur107:4-6, tampak bahwa Tuhan mendengar jeritan mereka yang berada di padang belantara, yang menggambarkan dunia yang menderita dan binasa. Tidak ada yang bisa menolong dan melepaskan mereka dari penderitaan itu! Mereka berseru kepada Tuhan, lalu Tuhan melepaskan mereka. Tuhan memberi mereka makan dan minum sehingga mereka tidak lapar dan tidak haus lagi. Tuhan juga membebaskan jiwa mereka yang letih lesu. Dia mengangkat kelemahan jiwa kita sehingga kita mengalami sukacita yang kekal. Inilah tugas dan panggilan kita. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, gerakkanlah hatiku saat bertemu dengan orang yang mengalami kesulitan, penderitaan, tekanan hidup, bahkan keputusasaan. Jadikanlah aku saluran berkat bagi mereka, bukan hanya berkat jasmani, melainkan juga berkat rohani.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja-Mu dalam menjalankan beragam program pelayanan sosial. Mampukan kami untuk tidak sekadar memperhatikan kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani. Mampukan kami untuk menolong mereka yang sedang mengalami tekanan hidup yang berat dan mengalami kekeringan rohani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *