Renungan

Iri pada Orang Berdosa

Iri pada Orang Berdosa

Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.

(Amsal 23:17)

 

“Kak, Tuhan membenci kejahatan, bukan? Lalu, mengapa ada teman saya yang mencontek, eh kok tidak ketahuan. Teman itu mendapatkan nilai yang bagus, sementara saya yang dengan jujur dan susah payah mengerjakannya malah tidak seberapa nilainya. Duh, saya jadi tergoda juga untuk mencontek!” Demikianlah curhat seorang remaja kepada saya beberapa waktu yang lalu.  Saya rasa bukan hanya remaja, tetapi orang dewasa juga akan tergoda untuk melakukan kejahatan apabila tidak ada hukuman yang segera terjadi, bukan?

“Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa” (Amsal 23:17). Peringatan Amsal ini sangat relevan di sepanjang masa. Di dalam dunia ini kita akan melihat betapa orang-orang yang berbuat jahat dan berdosa ternyata justru berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kita gemas karena tidak melihat hukuman dari pihak yang berwajib, juga dari Tuhan. Akibatnya, kita pun tergoda untuk melakukan kejahatan dan dosa yang sama.

 

Bagaimana kita menangkal godaan iri kepada orang-orang yang berdosa? “Takutlah akan TUHAN senantiasa” (Amsal 23:17). Takut akan Tuhan berarti menghormati-Nya. Jika kita menghormati Tuhan, maka kita akan melakukan kehendak dan perintah-Nya. Di dalam ketidakmengertian kita mengapa orang jahat dan berdosa berhasil, kita tetap akan menaati-Nya.

 

Kita tidak selalu dapat memahami mengapa Tuhan membiarkan orang-orang jahat dan berdosa meraih keberhasilan. Namun, dalam ketidakmengertian itu, biarlah kita tetap takut akan Tuhan.

 

Dalam takut akan Tuhan, ada keberhasilan yang sejati.

(Wahyu Pramudya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *