Renungan Berjalan bersama Tuhan

Itu Hak Mereka

Itu Hak Mereka

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kejadian 14:17-24

Dalam dunia kerja kita bisa menemui orang-orang yang sangat perhitungan dengan semua pegawai atau karyawannya. Bukan saja uang, tetapi waktu bekerja yang sangat disiplin—manusia dituntut untuk bekerja seperti mesin bahkan memang sudah dianggap sebagai mesin dalam suatu produksi pabrik. Ada peraturan kerja yang menyatakan bahwa pada waktu bekerja tidak boleh saling menatap rekan sekerjanya, tidak boleh ada saling lempar senyum, apalagi bercakap-cakap dan bercanda. Waktu istirahat satu jam terkadang masih dikurangi lima belas menit dan mereka sudah harus siap di tempat kerjanya masing-masing. Tenaga benar-benar diperas, sedangkan upah kerja seminim mungkin! Kita bisa saja mengatakan bahwa hal itu keterlaluan, tetapi itulah fakta yang terjadi dalam dunia kerja kita!

Bagaimana dengan konsep bekerja menurut Abraham? Ia tidak hanya menuntut kerja yang penuh kedisiplinan, tetapi ia juga menuntut tanggung jawab. Kedisiplinan merupakan tanggung jawab bekerja yang paling utama karena kalau tidak ada kedisplinan, semua pekjaan akan menjadi kacau dan tidak mencapai hasil yang diharapkan. Disiplin baik dalam hal waktu, kualitas bekerja, dedikasi, dan komitmen, semuanya itu sangat dibutuhkan dengan baik. Tetapi ketika kita berbicara tentang disiplin, itu bukan berarti kita boleh mematikan relasi dan hak-hak yang harus didapat oleh pekerja. Berelasi merupakan hak dalam kehidupan manusia karena Allah menjadikan manusia sebagai mahluk yang berelasi dan bersosial. Tidak ada dan tidak bisa manusia tinggal sendirian tanpa ada relasi dengan orang lain! Kehidupan yang saling menyapa, menguatkan, menolong dalam gotong royong adalah bagian dari hidup manusia yang harus dikembangkan dan terus ditumbuhkan.

 

Apa yang dikatakan Abraham, “Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing” (Kejadian 14:23-24). Ada hak bekerja dan ada hak memiliki hasil kerja. Abraham sangat menekankan bahwa hasil kerja yang sudah menjadi hak miliknya sama sekali tidak dapat diambil sebagai milik tuannya.

Abraham menekankan hasil yang menjadi hak pekerja. Namun lebih dari itu, ia juga menekankan penghargaan terhadap pekerja yang jauh lebih berharga dari hasil yang diperolehnya. Relasi antarmanusia yang diciptakan Tuhan tidak bisa dipisahkan oleh apa pun, termasuk oleh materi yang bersifat sementara. Nilai kasih antarsesama itu sangat berharga dalam kehidupan manusia, juga dalam dunia kerja. Tuhan terus memberkati semua anak-Nya yang bekerja dengan kasih yang berasal dari Tuhan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *