Renungan

Jaga Kata-Kata

Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.

(Amsal 21:23)

Silent is golden, demikianlah bunyi kata pepatah dalam bahasa Inggris. Terjemahannya kurang lebih demikian: diam itu emas. Pepatah ini ingin mengingatkan bahwa diam bukanlah tidak memiliki arti. Diam sama berharganya dengan emas di tengah kesadaran begitu banyaknya kata-kata tak berarti yang kita ucapkan setiap hari.

“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran” (Amsal 21:33).

Amsal ini menegaskan pentingnya menjaga mulut dan lidah terkait dengan perkataan yang dengan mudah terucap. Perkataan yang dengan mudah terucap tak jarang kita sesali kemudian karena melahirkan masalah. Bukankah kita kerap menyesal sambil berkata dalam hati, “Seandainya saja saya tidak mengucapkan kalimat itu.”

Di masa kini tidak hanya kata-kata yang terucap saja yang harus kita perhatikan dengan baik, tetapi juga kata-kata yang tertulis melalui media sosial seperti facebook atau twitter. Sudah ada begitu banyak konflik yang bahkan berujung ke pengadilan akibat sebuah kalimat yang tertuang di facebook atau twitter. Mungkin kita dapat menghapus atau mengedit ulang kalimat itu, tetapi toh tetap saja ada kemungkinan orang-orang tertentu telah meng-capture apa yang kita tulis.

Jagalah kata-kata kita, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, agar jangan sampai menyeret kita ke dalam bahaya.

(Wahyu Pramudya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *