Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jalan Kebenaran

Jalan Kebenaran

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut.” (Amsal 12:28)

Kita mungkin pernah mendengar percakapan, “Kamu kenal orang itu, sekarang sudah murtad lho … Nggak ngira ya, padahal dulu ia baik sekali, teman-teman mengatakan ia itu alim, cocok kalau jadi pendeta …. Wah, kasihan sekali ya, sayang banget …. Apa ya kira-kira yang menyebabkan ia bisa menjadi murtad? Pasti banyak faktor dan sangat kompleks sekali …. Bisa nggak kita menolong agar ia kembali lagi pada jalan yang benar? Kalau tidak, pasti ia akan menuju kebinasaan.” Percakapan itu dapat dijumpai dalam pergaulan kita. Murtad berarti menyimpang jauh dan meninggalkan kebenaran Tuhan, atau sudah tidak percaya lagi kepada Tuhan. Bisa juga, murtad dari kehidupan moral yang berarti menjadi orang yang rusak hidupnya atau tidak mempunyai tatanan moral yang baik. Orang tersebut tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah; yang berdosa dan tidak berdosa; yang menyakiti atau merugikan orang lain dan yang mendatangkan berkat sukacita bagi sesama. Yang penting aku puas, untung, dan bisa melakukan apa pun sekehendak hati. Tidak peduli apakah itu merugikan atau menghancurkan orang lain. Orang yang demikian sudah murtad!

Amsal menyatakan dengan tegas sekali bahwa orang murtad menuju maut. Perjalanan hidup orang murtad menuju kebinasaan, karena perbuatan murtad melawan semua kehendak dan pimpinan Tuhan. Orang murtad melakukan kehidupan yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Ia sudah meninggalkan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus, yang benar-benar memberikan keselamatan sejati. Keselamatan bukan karena perbuatan manusia melainkan anugerah, pemberian, dan kasih karunia Allah. Hanya karena iman dan kasih karunia kita diselamatkan. Orang murtad juga meninggalkan hidup kudus, benar, dan adil, juga hidup yang baik dan penuh kasih dari Allah yang telah memberikan agape kepada semua orang. Namun, jalan orang benar atau dalam kebenaran Allah akan memiliki hidup. Allah yang akan memberikan anugerah hidup itu. Amsal mengatakan, “Di jalan kebenaran terdapat hidup.” Tuhan Yesus berkata, “Akulah Kebenaran” (Yoh. 14:6). Dengan demikian, kebenaran adalah Tuhan Yesus sendiri. Di jalan itu, yakni bersama Tuhan Yesus,  kita akan memperoleh hidup, bukan kematian atau kebinasaan, melainkan hidup yang kekal. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, tuntunlah langkah hidupku supaya hati, pikiran, dan kehendakku ada dalam kebenaran Tuhan. Karena aku tahu bahwa di luar Engkau aku ada dalam kebinasaan. Terima kasih Tuhan karena telah menyelamatkan aku. Ajarlah aku untuk berjalan dalam kebenaran-Mu saja.
  2. Tuhan, kami sebagai gereja Tuhan bersyukur hanya karena kasih karunia kami boleh ada dalam kebenaran Tuhan. Pimpinlah hidup kami dan berikan kesetiaan dalam diri kami, jauhkan dari segala pencobaan yang datang dan mau menghancurkan hidup kami sebagai gereja. Biarlah gereja terus berpegang dan berjalan pada kebenaran Tuhan saja. Pimpinlah kami untuk setia beribadah, belajar firman Tuhan dalam Pemahaman Alkitab, setia berdoa, dan setia melayani Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *