Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Pra Paska & Paska

Jalan Salib, Jalan Ketaatan

Jalan Salib, Jalan Ketaatan

Yohanes 19:17-30

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Suatu kali seorang ayah memanggil kelima anaknya untuk diberi hadiah. Dari kelima anak itu, hanya ada satu orang yang akan diberi hadiah. Itulah sebabnya masing-masing anak berebutan mengajukan dirinya untuk memperoleh hadiah itu. Akhirnya, sang ayah terpaksa berkata, “Ok, supaya adil, Ayah akan membuat kriteria siapa yang pantas mendapatkan hadiah ini.” Kelima anaknya itu pun setuju. Si ayah berkata, “Hadiah ini akan diberikan kepada salah satu dari kalian yang paling patuh dan tidak pernah membantah kata-kata ibumu, pokoknya selalu melakukan apa yang diperintahkan ibumu. Menurut kalian, siapa yang pantas mendapatkan hadiah ini?” Kemudian terdengarlah suara gerutuan lima anak itu. Yang sulung berkata, “Ya … curang!” Kalau itu kriterianya, yang akan dapat hadiahnya pasti Ayah dong. Ayah ‘kan paling takut sama Ibu, makanya Ayah tidak pernah membantah dan selalu taat.”

Ragam Motivasi Ketaatan

Orang bisa bersikap taat karena beragam motivasi. Ada yang taat karena takut! Jika saya tidak menaati peraturan lalu lintas, saya pasti ditilang. Apalagi polisi tampak sedang bertugas jaga di sana. Akibatnya, jika tidak ada yang membuat kita takut, kita tidak akan taat.

Ada orang yang taat karena ketaatan itu menguntungkan. Jika saya menuruti semua keinginan atasan saya, beliau pasti akan segera menaikkan pangkat saya. Akibatnya, jika tidak menguntungkan, yah masa bodoh dengan ketaatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *