Khotbah Perjanjian Baru

Jaminan Kasih Allah

Roma 8:31-39

oleh: Andy Kirana

Saudara-saudara yang dikasihi Kristus… Untuk mengawali perenungan kita ini, mari kita bersama-sama membaca firman Tuhan dari Roma pasal 8 ayat 1, “Sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”. Perhatikan dengan saksama firman Tuhan ini. Apakah Saudara percaya? (jemaat: percaya). Betul? (jemaat: betul). Kalau kita memang betul-betul memercayai perkataan ini, kita sebagai orang Kristen tidak perlu lagi merasa diri dihukum. Namun, jika Saudara tidak benar-benar yakin bahwa Allah telah memberi Saudara anugerah kebenaran, Saudara akan terus bergumul dengan perasaan bersalah dan ketakutan bahwa Saudara tidak cukup kudus untuk dapat diterima oleh Allah. Ketika kita dipersatukan dengan Kristus, maka hukuman yang telah Kristus tuntaskan di atas salib telah menjadi milik kita. Dengan kata lain, bagi mereka yang sudah di dalam Kristus, hukuman di akhir zaman yang menanti semua manusia sudah terjadi. Kita yang ada di dalam Kristus tidak lagi menanti hukuman di masa depan, tetapi sudah tuntas di masa lalu; di atas salib, kita melihat hukuman kita sudah terpenuhi, semua dosa kita sudah ditimpakan dalam Kristus Yesus. Dan, kita bisa memuji-Nya bersama Horatius Bonar, “Karya-Mu, bukan karyaku, ya Kristus, mengabarkan sukacita ke hati ini; mereka berkata segalanya sudah digenapkan; mereka mengusir rasa takutku.”

Dalam hal ini tidak perlu mendapatkan persetujuan, tidak perlu pembuktian diri, tidak perlu mempertontonkannya. Ini bukan hanya tentang apa yang terjadi kelak pada hari penghakiman. Banyak orang Kristen percaya bahwa mereka akan dibebaskan pada hari terakhir dunia ini melalui darah Tuhan Yesus. Akan tetapi, mereka tidak pernah menerapkan kebenaran yang luar biasa itu untuk hari berikutnya. Mereka bernyanyi pada hari Minggu pagi, tetapi mereka tidak menjalani kebenaran itu pada Senin pagi. Sebaliknya, kita berusaha membuktikan eksistensi diri kita melalui pekerjaan, atau kinerja kita, atau moralitas kita, atau kesuksesan kita, atau pelayanan kita. Namun, pembuktian akan diri Anda atau pembenaran diri Anda sendiri telah dilakukan oleh Kristus. “Sudah selesai.” Jangan mencuri kemuliaan Kristus dengan menganggap pekerjaan-Nya tidak memadai. Muliakanlah Dia dengan berserah dan mengandalkan sepenuhnya pada salib-Nya. Bersantailah. Nikmatilah. Bersukacitalah. Dengarlah Tuhan Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”(Matius 11:28).

Saudara-saudara yang dikasihi Kristus… Di dalam kitab Roma kita menemukan kelegaan itu, karena firman-Nya memberikan kepastian dan jaminan kasih Allah. Paulus menutup pasal 8 dari kitab Roma dengan menanyakan dan menjawab empat pertanyaan untuk memastikan jaminan kekal kita. 

Pertanyaan pertama, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (ay. 31). Orang-orang mungkin menentang kita, mereka mungkin melawan kita, tetapi mereka tidak dapat menjungkirbalikkan atau melemahkan kasih Allah kepada kita. Jika Allah yang bertujuan memberi kita kemuliaan adalah Allah yang mahakuasa, mengapa kita takut terhadap segala macam perlawanan? Selanjutnya Paulus menegaskan, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (ay. 32). Dengan kata lain, mengapa kita harus berpikir bahwa Allah akan meninggalkan kita, jika Dia telah memberikan Anak-Nya kepada kita? Mengapa kita harus berpikir bahwa kasih-Nya ada batasnya, jika Dia telah memberikan apa yang paling berharga bagi-Nya? Dengan menyerahkan Anak-Nya sendiri, Allah telah menunjukkan betapa besar dukungan-Nya bagi kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *