Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Takut

Dalam Kisah Para Rasul 1 ayat 6 sampai ayat 8, Tuhan Yesus menegaskan hal itu. Dalam ayat  itu digambarkan bahwa para murid juga ingin memiliki kekuasaan. “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ, “Tuhan maukah Engkau pada saat ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atasmu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Saudara… kuasa pemerintahan Kerajaan inilah yang diterima oleh para murid pada saat itu… dan dengan demikian juga sudah Saudara terima saat ini. Saudara tahu apa yang dialami Petrus saat ia sudah menerima kuasa Kerajaan itu? Ia jadi takut lagi ndak, seperti saat Tuhan Yesus akan disalibkan? Ndak. Ia bahkan berkobar-kobar berkhotbah di serambi Salomo. Sehingga berapa ribu orang yang bertobat, Saudara? Tiga ribu orang. Wow.

Dalam bahasa aslinya, kata ‘kuasa’ pada Kisah Para Rasul 1:8 itu sebenarnya adalah dunamos. Kata dunamos ini juga menjadi akar dari kata dinamit. Saudara tahu, ya, dinamit? Nah, pada saat saya mendalami kata ‘dunamos’ ini, Saudara… saya berkesimpulan bahwa kata ‘kuasa’ dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia tersebut sebetulnya masih belum mendekati arti yang sesungguhnya. Kita kurang menyadari hal ini. Ini berbeda kalau Saudara membaca Alkitab terjemahan bahasa Jawa. Ya… sekali-sekali baca Alkitab yang basa Jawa, Saudara. Dalam Alkitab bahasa Jawa, kata dunamos itu diterjemahkan lebih mendekati artinya. Kowe bakal padha tampa kasekten. Kuasa itu diartikan sebagai kasekten, kesaktian. Saya ingin katakan… Saudara yang menerima kuasa Kerajaan adalah orang yang sekti mandraguna. Ya, tidak ada yang bisa ngalahkan Saudara.

1 thought on “Jangan Takut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *