Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Takut

Masalahnya, Saudara… kita jarang bahkan ndak pernah ngetokno kasekten kita. Tadi saya katakan bahwa dunamos juga menjadi akar dari kata dinamit… Maka, jan-jane Tuhan sudah nggemboli Saudara semua dengan dinamit. Kalau Saudara menghadapi musuh, ojo digembol terus dinamite, ojo disaki terus. Ambil. Lepas. Lempar. Hancurkan musuh. Luar biasa. Kalau sudah begitu… lha laopo kok wedi-wedi. Jangan takut, saudara!

Mari kita pegang kata-kata Tuhan Yesus ini: Jangan takut! Konon kata ‘jangan takut’ itu di dalam Alkitab diulang sampai 365 kali. Bukan suatu kebetulan. 365 hari itu sama dengan 1 tahun. Artinya apa itu, Saudara? Tuhan tahu setiap hari Saudara menghadapi ketakutan, tapi setiap hari Allah juga sudah sediakan ‘pil anti takut’ untuk Saudara. Mari kita minum ‘pil anti takut’ sehari sekali, sehingga kita tidak takut lagi. Wah, obat yang mujarab!

Kita sudah belajar bahwa kita tidak perlu takut karena Tuhan Yesus adalah Gembala kita. Kita percaya Dia menggembalakan kita di sepanjang perjalanan kehidupan kita sampai akhir. Kita juga tidak perlu takut lagi. Karena apa? Karena Allah adalah Bapa kita. Dia akan sediakan apa yang menjadi kebutuhan kita. Kita ndak perlu khawatir kekurangan. Dia akan sediakan setiap apa yang kita butuhkan di dalam kehidupan kita, dalam kehidupan rumah tangga kita. Lha laopo wedi? Tuhan Yesus juga mengingatkan, “Eh, murid-murid-Ku… eh anak-anak-Ku, Aku ini adalah Rajamu. Raja segala raja. King of kings. Dan Kerajaan itu sudah Aku berikan kepadamu. Engkau mempunyai kuasa Kerajaan itu. Engkau mampu menghalau musuh yang ada. Engkau mampu menghancurkan musuh-musuhmu. Dan engkau adalah orang-orang yang lebih dari pemenang. Jangan takut lagi” Sekarang mari kita katakan bersama-sama dengan iman: Aku tidak takut! Tuhan Gembalaku. Aku tidak takut! Tuhan Bapaku. Aku tidak takut! Tuhan Rajaku.

1 thought on “Jangan Takut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *