Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Takut

Namun yang perlu kita perhatikan, kalau kita merasakan ketakutan, jangan sampai ketakutan itu melemahkan, ketakutan itu melumpuhkan kita sehingga kita tidak berdaya menjalani kehidupan. Ini yang sangat membahayakan. Kita bisa memahami ketakutan itu ada di mana-mana. Ketakutan tidak akan memberi tahu lebih dulu ketika ia akan datang. Hei..aku adalah ketakutan, mau datang kepadamu, siapno awakmu. Tidak, Saudara! Ketakutan datang tiba-tiba, ujug-ujug… lho kok aku ndredheg ngene, aku wedi banget rek. Itu yang terjadi. Siapa sih yang tidak takut saat mengalami sakit, apalagi kalau sakitnya itu sudah parah, wis nemen? Siapa sih yang tidak takut jatuh miskin? Siapa sih yang tidak merasa takut saat dirampok? Apalagi kalau diperkosa. Ya, kita bisa mengalami trauma. Demikian juga kita takut kalau dibunuh. Kita akan merasakan ketakutan dalam banyak hal, termasuk juga ditolak… seperti anak muda takut ditolak cintanya. Bener tidak? Jujur, pasti takut!

Kegagalan juga sering kali membawa ketakutan di dalam kehidupan kita. Demikian juga kesepian. Takut karena kesepian ini biasanya dialami orang yang sudah tua. Di rumah sendirian,  ditinggal oleh anak-anaknya yang sudah berkeluarga dan jauh tempat tinggalnya. Orang tua ini akan mengalami kesepian, kesendirian. Dan itu membuat mereka takut. Kita bisa menambahkan daftar yang panjang apa-apa saja yang membuat kita merasakan ketakutan. Banyak sekali.

1 thought on “Jangan Takut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *