Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Takut

Kalau Saudara dan saya ini adalah kawanan dombanya Tuhan Yesus, Tuhan Yesus jadi siapa? Gembala. Benar. Jadi, sesungguhnya Tuhan Yesus ingin mengatakan, “Jangan takut hai kamu kawanan domba-Ku yang kecil, Aku ini Gembalamu. Engkau tidak usah takut di dalam perjalanan hidupmu.” Kalau kita ini adalah kawanan dombanya Tuhan Yesus dan Ia jadi Gembala kita, apa yang harus ditakutkan?

Untuk memahami Sang Gembala kita ini lebih dalam, mari melihat Mazmur 23. Saya percaya Saudara pasti tahu Mazmur ini karena ini merupakan salah satu Mazmur yang populer, yang sering kali kita baca, juga sering kali kita nyanyikan. Kalau Saudara perhatikan dari ayat yang pertama sampai ayat yang terakhir, di situ terlihat bagaimana Sang Gembala menggembalakan domba-dombanya. Dikatakan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik. Gembala yang baik adalah gembala yang tidak membuat dombanya kekurangan, yang menuntun setiap domba-domba-nya menikmati padang rumput yang hijau… menikmati kesegaran air yang jernih. Suatu gambaran yang sangat indah! Dia adalah gembala yang baik. Namun demikian, Tuhan tidak hanya menggembalakan ketika kita berada di padang rumput yang ijo royo-royo, tidak hanya menggembalakan kita untuk menikmati air jernih yang menyegarkan kehidupan kita. Daud mengatakan, karena Tuhan adalah gembala yang baik, Dia tidak hanya menggembalakan di saat-saat senang, di saat kita merasakan berkat-berkat-Nya. Bahkan di situ dikatakan bahwa Tuhan menggembalakanku pada saat aku melewati… pada saat aku menuruni lembah kekelaman, lembah bayang-bayang maut, lembah persoalan di dalam hidupku. Dari apa yang ditulis Daud tersebut kita tahu bahwa Tuhan menggembalakan kita di saat sedih atau senang, di saat kita merasakan sukacita, tapi juga saat kita menghadapi dukacita. Itulah gembala yang baik.

1 thought on “Jangan Takut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *