Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Takut

Ibarat sebuah perjalanan kehidupan, Saudara… apabila Sang Gembala berada mulai dari awal perjalanan sampai akhir perjalanan, apakah kita perlu merasa takut? Tidak! Karena apa? Karena Dia tahu persis apa yang terjadi di sepanjang perjalanan kehidupan kita. Bagaimanapun dalam perjalanan itu kita mengalami banyak persoalan, sakit-penyakit, ndak masalah. Dia berada di sana siap menolong kita, bahkan sampai akhirnya menggembalakan kita hingga kita masuk ke dalam kerajaan-Nya. Karena itu tidak ada lagi yang perlu kita takutkan dalam hidup ini.

Yang kedua, Saudara. Mari kita lihat bagian selanjutnya dari Lukas 12:32 tadi. Jangan takut hai kamu kawanan kecil karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Pada bagian awal Tuhan mengatakan Jangan takut, Aku ini Gembalamu, kamu ini kawanan domba-Ku. Pada bagian yang kedua Tuhan mengatakan, Jangan takut, Aku ini Bapamu. Jangan takut Aku ini Orang tuamu. Kalau Tuhan adalah Bapa kita, lalu Saudara dan saya siapa? Betul, kita adalah anak-anak-Nya. Jadi, kita tidak perlu takut dalam menghadapi persoalan hidup ini, karena Tuhan adalah Bapa kita, dan kita adalah anak-anak-Nya.

Namun kita harus tahu, karena bagaimana hubungan kita sebagai anak dengan Bapa kita, akan sangat menentukan apakah hidup kita ini diliputi oleh rasa takut atau tidak. Mari saya ajak Saudara menyimak perumpamaan Tuhan Yesus tentang anak yang hilang. Perumpamaan itu sangat terkenal. Saudara bisa melihat di Lukas 15 ayat 11 sampai 32. Dalam perumpamaan itu diceritakan, si anak yang bungsu itu minta warisan kepada orang tuanya untuk berfoya-foya, padahal orang tuanya belum meninggal.

1 thought on “Jangan Takut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *