Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Takut

Untuk mengakhiri khotbah ini, saya ingin mengajak Saudara merenungkan kembali firman-Nya dengan satu ilustrasi. (Menunjukkan gambar donat). Ini gambar apa, Saudara? Ya, gambar donat. Sekarang jangan lihat gambar donat lagi. Lihatlah donat yang ada di tangan saya ini (memegang donat beneran). Donat ini tengahnya bolong. Jadi, ada donatnya, ada lubangnya. Ini menunjukkan bahwa kenyataaan di dalam hidup kita ini ada lubangnya. Hidup ini ada ‘lubang persoalan’, ‘lubang sakit penyakit’, ‘lubang kegagalan’, dan ‘lubang’ lainnya yang membuat kita merasakan ketakutan. Bukankah karena ‘lubang’ itu yang membuat Tuhan Yesus menasihati kita supaya jangan takut? Sekarang saya mau bertanya, menurut Saudara, mana yang lebih besar, donate apa bolongane? Halo? Yang belakang bisa lihat? Mana yang lebih besar? Donatnya.  Kok ketoke jek ragu-ragu ya. Gede mana? Lubangnya atau donatnya? Lebih besar donatnya.

Saudara, saya menggambarkan lubang ini adalah ketakutan Saudara. Lubang ini adalah kekhawatiran Saudara. Lubang ini adalah persoalanmu. Sedangkan donatnya ini adalah kuasa Allah, berkat Tuhan. Dalam hidup ini Saudara akan selalu menghadapi lubang-lubang persoalan. Bener, ya? Nyata lho itu. Ya. Tapi, perhatikan donat ini… lubang donat ini tidak pernah lebih besar daripada donatnya. Kalau Saudara tidak percaya, ambil garisan, ukuren. Jadi, apa artinya itu, Saudara? Lubang ketakutanmu, lubang kekhawatiranmu, lubang masalahmu di dalam hidup ini tidak pernah lebih besar daripada kuasa Allah. Tidak pernah lebih besar daripada donat berkat Allah.

Sekarang, mari kita buktikan. Aku mbawa donat sing rada gede bolongane (membandingkan dua donat). Donat ini lubangnya lebih besar. Coba perhatikan, Saudara… nek bolongane tambah gedhe, donate ya tambah gedhe. Wow. Artinya apa? Semakin besar lubang ketakutanmu, semakin besar penyediaan Allah dalam hidupmu. Amin?

Kok durung kabeh ngamini ya, aku kok ndelok sing lungguh mburi meneng wae, rek. Ketoke gak percaya. Masak sih pak Andy? Iya. Mosok gak percaya sampean? Tak jupukno donat sing luwih gede maneh (mengambil donat yang lebih besar lagi). Nek sak mene… iki bolongane wis tambah gedhe lho ya. Piye donate? Tambah besar. Kebangeten rek nek gak percaya. Wes cetha wela-wela ngene lho. Bolongane tambah gedhe, donate tambah gedhe. Sekarang tinggal Saudara berani ndak mengimani? Nggak masalah sebesar apa pun lubang persoalanku, seberapa besar lubang ketakutanku, seberapa besar kekurangan yang ada di dalam kehidupan keluargaku ini… aku nggak takut. Aku mengimani justru semakin besar lubang yang aku alami di dalam hidup ini, aku siap menerima berkat Allah yang lebih besar lagi. Wow.

Saudara, ini yang kita tangkap dalam firman-Nya saat ini. Oleh karena itu ojo padha wedi. Jangan takut. Katakan sekarang sama-sama, “AKU TIDAK TAKUT!” Semakin besar ketakutanku, semakin besar lubang persoalanku, aku siap terima berkat yang lebih besar lagi. Mari tanamkan prinsip ini di dalam kehidupan kita. Tetap pegang kebenaran ini Saudara. Tuhan adalah Gembala, Tuhan adalah Bapa, dan Dia adalah Raja kita. Nggak usah takut.

1 thought on “Jangan Takut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *