Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Takut

Tolong Saudara katakan kepada orang-orang di sebelahmu, “Aku bukan kuli… Aku bukan kuli….” Ya, Saudara bukan kuli. Hubungan kita dengan Allah Bapa kita bukan hubungan perkulian. Bukan hubungan perbudakan. Bukan hubungan yang didasarkan pada upah… kalau nyambut gawe, aku dapat upah. No! Saudara adalah anak. Kenapa? Karena engkau sudah ada bersama-sama dengan Bapamu. Ayo, katakan dengan orang di sebelahmu, “Aku anak Bapa bukan kuli-Nya… Aku anak Bapa bukan kuli-Nya.” Iya, aku anak. Artinya apa? Apa pun yang ada di dalam rumah Bapamu ini, itu adalah kepunyaanmu… itu milikmu. Nikmati. Seperti itu posisi anak. Saya nggak percaya ada orangtua yang ketika melihat anaknya menikmati makanan di meja makan mengatakan, “Eh nak ojo mangan!” Rasanya nggak ada. Malah sebaliknya, orangtua akan mengatakan, “Wis kono mangan-mangano. Apa yang ada di rumah ini nikmatilah.” Bukankah itu juga yang dikatakan bapa kepada si sulung: “Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu” (Lukas 15:31).

Sekarang perhatikan baik-baik Saudara. Selama Saudara menjalani hubungan dengan Bapa surgawi sebagai seorang upahan, seorang budak, Saudara akan hidup di dalam ketakutan yang terus menerus, karena roh perbudakan yang berdiam di dalam diri Saudara. Itulah yang dengan begitu gamblang disampaikan Paulus dalam Roma 8:15, “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Selanjutnya, yang ketiga. Dalam Lukas pasal 12 ayat 32 dikatakan Janganlah takut hai kamu kawanan kecil karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Kita tidak perlu takut karena Tuhan adalah Raja kita. Wow. Luar biasa! Ya, Tuhan adalah Gembala kita, Bapa kita, dan juga Raja kita. Coba Saudara perhatikan. Kerajaan itu akan diberikan atau sudah diberikan? Wis … sudah diberikan. Kalau Kerajaan itu sudah diberikan… itu berarti apa, Saudara? Kerajaan itu sudah ada di dalam diri kita, ada di dalam hidup kita. Kerajaan-Nya sudah ada dalam diri Saudara dan saya. Dengan kata lain, kita diberi kuasa atau memerintah kerajaan. Karena sudah diberi kekuasaan, kita tidak perlu takut lagi menghadapi rintangan, menghadapi tantangan, menghadapi musuh-musuh yang ada di dalam hidup kita.

1 thought on “Jangan Takut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *