Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jangan Tergesa-gesa

Jangan Tergesa-gesa

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah” (Amsal 19:2)

Menurut penanggalan tahun China, tahun Naga dipercaya sebagai tahun yang mendatangkan berkat karena naga dianggap binatang yang paling kuat. Dalam astrologi China, naga dipercaya sebagai salah satu shio yang paling kuat dan paling memberikan keberuntungan. Shio Naga memiliki karakter yang suka memberi, cerdas, tahu apa yang diinginkan, tetapi juga keras kepala. Itulah budaya leluhur, boleh percaya, boleh tidak percaya! Namun, bagi anak-anak Tuhan, itu bukan bagian dari kepercayaan! Hidup anak-anak Tuhan sudah sepenuhnya ada di dalam tangan yang mahakuasa, Sang Pencipta langit dan bumi, Tuhan yang adalah Allah dan Penebus kita di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Kitab Amsal mengajak kita––entah pada saat memulai usaha baru, pindah ke rumah baru, atau apa pun yang membuat kita melakukan sesuatu yang baru––untuk memulai segalanya dengan “pengetahuan” yang benar sebagai anak-anak Tuhan. Amsal sudah menilai bahwa seseorang yang hidupnya tanpa pengetahuan tidak akan menghasilkan pekerjaan yang baik sekalipun ia adalah orang yang rajin. Artinya, sekalipun ada orang yang sangat rajin dalam bekerja dan berkarya, tetapi kalau tanpa pengetahuan, maka semua jerih lelah yang dilakukan dengan penuh kerajinan itu tidak ada gunanya. Semuanya akan sia-sia. Mengapa bisa demikian? Karena ia tidak tahu apakah yang dikerjakannya itu benar atau salah.

Apakah karya itu memberikan dampak yang positif bagi banyak orang atau justru berdampak negatif, yang sama sekali tidak membangun, bahkan merugikan pihak lain. Jadi, “pengetahuan” itu sangat penting bagi semua orang yang bekerja dengan rajin. “Pengetahuan” itu yang akan mengarahkan, menuntun, menilai, dan memberikan evaluasi tentang apakah yang dikerjakan itu mencapai tujuannya atau tidak.

Demikian juga dengan orang yang bekerja dengan tergesa-gesa, ia pasti juga tidak mempunyai pengetahuan yang cukup karena tidak terlebih dahulu memikirkan pekerjaannya secara mendalam. Orang yang bekerja dengan tergesa-gesa hanya menginginkan target yang akan dicapai tanpa memperhitungkan dampak yang terjadi, entah dampak yang baik atau tidak. Maka Amsal mengatakan bahwa orang yang bekerja tergesa-gesa bisa salah langkah. Itu sama saja dengan orang yang tidak berpengetahuan! Tentunya yang dimaksud dengan pengetahuan di sini adalah mengenal hikmat Allah. Pengetahuan yang dimaksud oleh Amsal tidak pernah terlepas dari hikmat Allah. Sebagai anak Allah, kita tidak dibenarkan memulai segala usaha yang baru dengan memperhitungkan atau mencocokkannya dengan astrologi, misal dengan tahun Naga, Babi, Ular, Ayam, dan sebagainya. Pengetahuan akan kebenaran firman Tuhan itu yang harus menjadi dasar dalam segala usaha kita yang baru. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku menyadari bahwa aku kerap mempunyai kelemahan. Kalau hati dan pikiran sudah mempunyai perencanaan, kemauan, dan niat untuk melakukan sesuatu, maka sering kali aku segera melakukannya. Aku sudah tidak sabar lagi menanti dan berdiam diri terlebih dahulu. Aku lebih suka segera melakukannya, tergesa-gesa, karena sudah tidak bisa membendung keinginan dalam hatiku. Ampunilah aku kalau kerap bertindak demikian. Ajarlah aku untuk bisa menahan diri dan menanti sejenak agar tidak salah langkah.
  2. Tuhan, sertailah kami sebagai gereja, yang acap kali banyak melakukan kegiatan yang tergesa-gesa tanpa dipikir dengan matang. Semuanya kami lakukan hanya karena ingin memenuhi ambisi-ambisi pribadi atau kelompok. Tuhan, pimpinlah langkah kami ketika menentukan visi, misi, dan program gereja secara utuh, dan kiranya kami tidak tergesa-gesa memutuskan. Berikan hikmat kepada seluruh pemimpin gereja dalam menggembalakan jemaat Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *