Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jauhilah Kejahatan!

Jauhilah Kejahatan!

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu” (Amsal 3:7-8)

Jika kita “menganggap diri sendiri” atau melihat realitas hidup kita masing-masing, kita akan menemukan beragam anggapan terhadap diri sendiri. Ada yang menilai dirinya orang yang tidak berguna, gagal, dan tidak punya masa depan yang baik. Orang yang demikian pada umumnya menjadi orang minder atau rendah diri. Namun, ada juga sebaliknya, orang merasa diri mampu, kuat, punya pengaruh besar, sombong, dapat mengatur semua orang sekehendak hatinya, dan sebagainya. Orang seperti ini adalah orang yang tinggi hati. Keduanya, baik tinggi hati maupun rendah diri, tidak berkenan di hati Tuhan.

Amsal mengingatkan anak-anak Tuhan agar tidak menganggap diri sendiri sebagai orang bijak, yaitu orang yang mampu memecahkan segala masalah dengan adil, kasih, dan benar. Amsal mengingatkan agar jangan merasa menjadi orang bijak. Mengapa Amsal mengingatkan agar anak-anak Tuhan tidak menganggap diri bijak? Karena orang yang menganggap diri bijak adalah orang yang merasa dirinya lebih daripada orang lain. Ia merasa orang kelas satu dan yang lain dianggap kelas dua atau kelas tiga. Orang yang demikian akan cenderung sewenang-wenang memerintah orang lain, semua orang harus menuruti kemauan dan kehendaknya, merasa dirinya selalu benar dan orang lain yang salah, bahkan yang lebih parah lagi kalau menganggap dirinya tidak perlu Tuhan karena merasa sudah tahu semuanya. Biasanya orang yang demikian adalah orang yang tidak bisa menerima pendapat, nasihat, atau peringatan dari orang lain. Padahal di sisi lain, kita adalah orang-orang yang sangat terbatas. Oleh karena itu, Amsal mengingatkan, “takutlah akan Tuhan”, yang diwujudkan dengan menjauhi kejahatan. Amsal mengaitkan orang yang tidak takut akan Tuhan dengan orang yang melakukan kejahatan. Menganggap diri sendiri bijak termasuk kategori kejahatan karena bisa menyakiti hati orang lain. Akibat sikap hidup yang demikian adalah penderitaan. Tulang-tulangmu akan sakit semua. Mengapa? Karena kejahatan itu mengikat dan menuntut balas. Namun, kepada orang yang takut akan Tuhan, Tuhan akan menyembuhkan. “Itulah yang menyembuhkan tubuhmu, menyegarkan tulang-tulangmu.” Orang yang hidupnya takut akan Tuhan pasti tidak menganggap diri bijak. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *