Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jawaban Ada di Tangan-Nya

Jawaban Ada di Tangan-Nya

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan” (Amsal 16:1)

Betapa mulianya Tuhan menciptakan manusia yang begitu unik. Manusia bukan saja mempunyai otak yang bisa berpikir logis, tetapi juga memiliki hati yang mampu memberikan pertimbangan. Hanya manusia saja yang dimampukan untuk bisa menyelesaikan segala perkara dan permasalahan hidupnya dengan pikiran dan hati, bukan dengan perasaan dan naluri saja! Tuhan menyediakan sarana yang sangat sempurna untuk memecahkan masalah kehidupan, yakni pikiran dan hati. Menurut Amsal, salah satu fungsi hati adalah untuk menimbang-nimbang atau memilih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Hati dipakai untuk merasakan apa yang baik atau yang buruk. Demikian pula dengan fungsi otak, yang memberikan pertimbangan secara rasional. Semua keinginan itu muncul dari dalam hati! Keinginan yang muncul itu diserahkan ke otak untuk dikerjakan dan dipikirkan, bahkan otak bisa sampai melangkah, melakukan apa yang diinginkan hati. Otak bekerja keras dengan cara apa pun agar dapat memenuhi tuntutan hati.

Walaupun fungsi hati dimengerti sedemikian baik oleh Amsal, penulis Amsal tetap berkata, “Tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan.” Apa maksudnya di sini? Bagaimana kalau hati itu mempertimbangkan sesuatu yang jahat? Apakah itu juga berasal dari Tuhan? Jelas, tidak! Yang dimaksud Amsal dengan hati yang menimbang-nimbang adalah hati yang terus bergumul bersama Tuhan dalam mengambil keputusan, yang selalu bertanya kepada Tuhan, dan yang mencari dasar kebenaran di dalam firman Tuhan. Setelah mengerti dengan jelas, maka apa yang dikatakan lidah itu berada dalam pimpinan-Nya. Jelas apa yang dilakukan Tuhan pasti tidak bertentangan dengan hakikat diri-Nya sebagai Allah yang mahakudus. Semua pergumulan dalam hati manusia tetap dalam konteks kekudusan. Allah itu mahaadil, maka pergumulan hati manusia harus ada dalam konteks menegakkan keadilan Allah. Allah itu mahakasih, maka pergumulan hati manusia harus dalam konteks kasih Allah dan itu dinyatakan dalam kehidupan anak-anak-Nya. Allah-lah yang memberikan jawaban melalui lidah orang benar. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena Engkau terus menyertai hidupku, bahkan setiap jawaban itu berasal dari Tuhan. Ketika aku tidak mampu berpikir lagi karena beban yang berat, ketika mulut sudah tidak bisa berkata-kata lagi untuk menaikkan doa permohonan, ada Roh Kudus yang menolongku untuk berkata-kata. Bahkan ketika menghadapi tantangan iman, Engkau berkata, “Janganlah takut, karena Aku, Tuhan, yang akan berkata-kata kepadamu.”
  2. Tuhan, sertailah kami sebagai gereja-Mu untuk berani menyatakan kebenaran di mana saja dan kapan saja. Pimpinlah kami untuk berani menyatakan identitas kami sebagai gereja yang dipanggil untuk memberitakan kebenaran Injil Yesus Kristus dan berita sukacita, kasih, dan perdamaian kepada dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *