Khotbah Perjanjian Lama

Kala Kejahatan Nampak Semakin Menggila

Oleh: Pdt. Ruth Retno Nuswantari 

Daniel 7:1-28

Menurut saudara, siapa yang berdaulat atas semua yang terjadi di dunia ini? Allah atau iblis? Kalau Allah, mengapa kejahatan terus merajalela, bahkan nampaknya orang-orang jahat semakin berkuasa dan tidak ada seorangpun yang dapat menghentikannya?

Hari ini saudara mungkin, selama bertahun-tahun  harus hidup dengan seorang suami atau isteri, atau orang tua yang tidak bertanggjawab, suka menyiksa baik fisik maupun verbal, pemabuk, penjudi, dll. Atau, saudara adalah orang tua yang tidak berdaya menghadapi anak saudara yang kelakuannya sungguh mengkuatirkan. Saudara mungkin sudah melakukan segala macam usaha, termasuk berdoa dan berpuasa, tetapi keadaan tidak pernah berubah. Dari tahun ke tahun tetap sama, bahkan mungkin lebih parah.

Pertanyaannya adalah: Apakah berarti iblis lebih berkuasa dari pada Allah sehingga Allahpun tidak berdaya menghentikan kejahatan? Ataukah Allah tidak peduli, atau bahkan sengaja membuat orang benar menderita dan senang melihatnya?

Daniel 7 berisi penglihatan yang diterima Daniel melalui mimpi ketika dia dan seluruh bangsa berada di dalam pembuangan di Babel, suatu kondisi yang bagi umat Israel, nampaknya berlawanan dengan janji Tuhan atas kepemilikan tanah perjanjian. Mereka sudah bersusah payah merebut tanah itu serta membangun Bait Allah dan kota Yerusalem. Selama proses itu tidak sedikit korban berjatuhan. Namun faktanya, saat itu semua yang mereka banggakan, sudah hancur total, dan mereka semua berstatus sebagai orang-orang buangan. Bagi umat yang katanya pilihan Allah, tidak ada yang lebih menyedihkan dan memalukan dari pada menjadi orang buangan. Tidak mampukah Allah menyelamatkan mereka?

Seorang komponis menggubah Mazmur 137:1-4 ini menjadi sebuah lagu yang menyayat hati:

Di tepi sungai Babel kami duduk

Sedih dan menangis

Jikalau teringat Sion

Air mata tercucur (2x)

Apakah ini menggambarkan pergumulan saudara saat ini? Tuhan telah memberi penglihatan kepada Daniel untuk menjawab pergumulan kita

Isi Penglihatan

Pertama, keempat angin dari langit (angin bertiup dari segala arah) mengguncangkan laut besar. Laut menggambarkan manusia yang tidak pernah tenang,  dipenuhi dengan kekuatiran, ketakutan, keserakahan, iri hati, benci,  dll? (Yes 17:12-13) 

Kedua, empat binatang yang mengerikan yang muncul berturut-turut dari dalam laut menggambarkan 4 raja yang memerintah atas 4 kerajaan. Binatang tsb melambangkan karagter yang jahat dan tidak berperi kemanusiaan.

Raja yang pertama seperti seekor singa yang mempunyai sayap burung rajawali. Sayapnya tercabut, dia ditegakkan seperti manusia dan diberi hati manusia.

Raja kedua seperti beruang yang berdiri pada sisinya yang sebelah, maksudnya diangkat dalam posisi akan berjalan maju, di mulutnya ada 3 tulang rusuk diantara giginya, maksudnya tulang-tulang rusuk itu sedang dikunyah, melambangkan keganasan. Beruang itu disuruh makan daging banyak-banyak, menunjukkan betapa ganasnya dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *