Khotbah Perjanjian Lama

Kala Kejahatan Nampak Semakin Menggila

Raja ketiga seperti macan tutul, ada 4 sayap burung pada punggungnya, artinya dia bisa bergerak dengan sangat cepat, berkepala empat, artinya dia sangat cerdas dan bisa melihat dari segala arah, dia juga diberi kekuasaan, artinya, kekuasaan tsb bukan dari dirinya sendiri melainkan ada yang memberi, dalam hal ini adalah Allah.   Allah yang memberinya kekuasaan. Setiap kali muncul kerajaan baru, kerajaan yang lama tetap eksis tetapi ditaklukkan dibawah kekuasaan kerajaan yang baru itu.

Setelah ketiga kerajaan itu muncul raja keempat, yang berbeda dan jauh lebih menakutkan dari pada ke tiga raja sebelumnya, sehingga tidak ada binatang yang bisa menggambarkannya. Ia hanya dikatakan bergigi besar dari besi, melahap dan meremukkan serta menginjak-injak sisanya. Ia juga bertanduk sepuluh, artinya memiliki kekuatan luar biasa untuk menyerang dan menahan serangan. Kemudian tumbuh tanduk kecil yang menyebabkan tiga tanduk tercabut dan pada tanduk tersebut ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

Ada berbagai penafsiran mengenai kerajaan-kerajaan tersebut, tetapi yang jelas semua itu menggambarkan kekuasaan dunia yang berdosa ini. Mereka merebut kekuasaan dari anak-anak Allah, untuk kepentingan pribadi. Kekuatan jahat yang mereka miliki nampak demikian dahsyat seolah-olah tidak terkalahkan, bahkan oleh Allah sendiri. Mereka menghujat Allah dan bukannya hancur, melainkan justru nampak menjadi semakin berkuasa, sehingga orang-orang percaya mulai menjadi bimbang… benarkah Allah itu mahakuasa? Mengapa Dia tidak bertindak? Jangan-jangan Allah tidak Mahakuasa? Atau Mahakuasa tetapi tidak peduli? Namun, kisah tsb belum berakhir. Dipuncak kekuasaan mereka, muncul Allah yang digambarkan sebagai Dia yang lanjut usia.

Lanjut usia melambangkan kebijaksanaan dan kelayakan untuk memerintah. Rambut serta pakaiannya digambarkan dengan warna putih yang melambangkan kesucian dan kebenaran. Dia duduk di atas tahta, siap untuk mengadili keempat raja dan kerajaannya yang digambarkan dengan binatang-binatang tadi. Mereka semua dibinasakan termasuk tanduk kecil tadi dan dilemparkan ke dalam api.

Setelah itu, kerajaan Allah yang kekal didirikan dan diperintah oleh Sang Anak Manusia yang tidak lain adalah Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia. Dia mengalahkan semuanya dengan korban darah-Nya yang dicurahkan di atas kayu salib. Dengan darah-Nya, Dia mengambil kembali kemuliaan-Nya yang untuk sementara waktu Dia tanggalkan agar  dosa seluruh umat manusia dapat ditimpakan kepada-Nya dan murka Allah dicurahkan kepada-Nya. Semua itu Dia lakukan agar setiap orang yang percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi ditebus dari dosa dan maut.

Suatu sungai api mengalir dari hadapannya. Api melambangkan keagungan Allah sehingga tidak ada seorangpun yang dapat menghampirinya, kecuali mereka yang telah ditebus oleh darah-Nya. Api juga melambangkan penghukuman Allah yang menghanguskan dan melenyapkan semua yang melawan Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *