Khotbah Perjanjian Lama

Kala Kejahatan Nampak Semakin Menggila

Setelah itu, Yesus Kristus, Sang Anak Manusia itu menyerahkan kekuasaan kepada orang-orang yang telah ditebus-Nya.

Makna Penglihatan

(1) Apapun yang terjadi, Allah tetap pemegang otoritas tertinggi

Apapun yang terjadi, termasuk, berbagai kekuasaan jahat yang mengintimidasi, mendominasi, dll, semua tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan di bawah kedaulatan Allah. Allah yang memberi mereka kekuasaan.

Kalau kita memandang semua yang terjadi secara sepotong-sepotong, memang seringkali nampaknya iblis yang berkuasa dan Allah tidak berdaya, tetapi kalau kita melihat gambaran yang utuh, ternyata tidak demikian halnya. Faktanya saat itu bangsa Israel berstatus sebagai orang buangan, dan akan seperti itu terus selama 70 tahun. Raja-raja yang jahat silih berganti memegang tampuk pemerintahan, namun, itu bukan gambaran yang utuh. Gambaran utuhnya adalah, semua itu cuma sementara dan mereka bisa berkuasapun, karena Allah yang memberikannya untuk jangka waktu tertentu dengan batas-batas tertentu.

Maka, kalau saat ini kejahatan nampaknya dibiarkan, bukan berarti Allah tidak berdaya atau tidak peduli, apalagi menikmatinya, melainkan Dia tahu berapa lama dan berapa kuat kejahatan itu diperlukan untuk mewujudkan rencana agung-Nya bagi kebaikan umat manusia, sehingga untuk jangka waktu tertentu harus dibiarkan berkuasa.

Masalahnya adalah, kemampuan kita untuk melihat segala sesuatu itu sangat terbatas, sehingga sangat sulit bagi kita untuk melihat gambaran utuhnya. Dari segi waktu: kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, bahkan 5 menit di depan kita tidak tahu. Belum lagi kalau kita bicara tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh setiap orang agar dapat bertumbuh secara maksimal. Orang yang satu butuh dipenjara, sementara yang lain justru butuh dilimpahi berkat. Orang ini cukup diberi satu talenta, kalau diberi lebih dari itu justru rusak, sementara orang itu harus diberi sepuluh, karena kalau kurang dari itu dia akan bingung menggunakan energinya untuk apa, dll.

Jadi, jika nampaknya orang jahat menang dan semakin meraja lela, mereka tetap berada di bawah kendali Tuhan. Dia memegang kendali kapan kejahatan boleh beroperasi, seberapa lama dan seberapa kuatnya, serta kapan dan dengan cara apa semua itu akan dihancurkan. Semuanya pas dengan yang dibutuhkan, tidak lebih dan tidak kurang. Jadi, kalau kita dijahati, atau melihat orang jahat semakin meraja lela, tidak usah panik dan tidak usah sok pinter dan sok kuat lalu berusaha “menolong” Tuhan dengan cara dan kekuatan sendiri untuk menghentikannya.

Saya pernah bertindak bodoh dengan berpikir: “Tuhan koq diam saja ya melihat kejahatan!”, lalu saya berusaha memberi tahu orang-orang: “Hati-hati ya dengan orang itu, jangan sampai ketipu!” Hasilnya bukannya menyelesaikan masalah, melainkan justru membuatnya bertambah kacau. Mengapa? Karena orang yang diajak ngomong belum tentu mengerti dan merespon dengan baik. Bisa-bisa malah menjadi boomerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *