Khotbah Perjanjian Lama

Kala Kejahatan Nampak Semakin Menggila

Apa pun yang terjadi, percayalah bahwa Tuhan tetap pemegang otoritas tertinggi. Jadi, dari pada berusaha “menolong” Tuhan, lebih baik lakukan saja yang baik dan benar, maka semua itu justru akan membuat kita bertumbuh. Sebaliknya, kalau kita berbuat jahat dan nampaknya menang terus, jangan terlalu percaya diri bahwa kita akan selamanya menang. Tidak mungkin! Gusti bukan hanya mboten sare, Dia sedang bekerja.

(2) Allah bukan hanya memakai hal-hal baik, melainkan juga memakai kejahatan untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28)

Dalam penglihatan Daniel, Allah memakai raja-raja yang jahat untuk mengerjakan kebaikan bagi umat-Nya.

Yudas jahat, menjual Tuhan Yesus; para pemimpin agama pada waktu itu jahat, merencanakan hukuman salib untuk orang yang jelas-jelas tidak bersalah, raja-raja dalam penglihatan Daniel jahat, tetapi kejahatan mereka dipakai Tuhan justru untuk menggenapi rencana-Nya bagi keselamatan umat manusia.

Ketika bangsa Israel ada di Mesir, Tuhan mengutus Musa menghadap firaun untuk meminta pembebasan bagi bangsanya, tetapi firaun berkeras hati, menolak membiarkan mereka pergi, sekalipun Tuhan membuat mereka mengalami sepuluh tulah yang mengerikan. Setelah anak sulungnya mati, firaun mengijinkan mereka pergi, tetapi kemudian dia kejar lagi sampai akhirnya dia sendiri dan tentaranya tenggelam di laut merah. Apa kata firman Tuhan mengenai hal itu? Kel 4:21 “Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.”  Bukan berarti secara aktif Tuhan mengeraskan hati firaun, melainkan sejak semua firaun telah keras hati dan Tuhan menggunakannya untuk menggenapi rencana-Nya.

Jadi  kalau kita dipakai Tuhan, jangan terlalu percaya diri bahwa kita pasti baik dan pasti berkenan kepada Tuhan. Jika kita tidak benar-benar bertobat maka, mungkin saja Tuhan nampaknya merestui perbuatan kita bahkan memberkati kita, tetapi sebenarnya kita hanya dipakai untuk menggenapi rencana agung Allah untuk orang-orang percaya sedangkan kita sendiri binasa seperti Yudas. Sebaliknya, jika hidup kita nampaknya sedang dihancurkan oleh orang-orang jahat, jangan takut, sebab Allah sedang bekerja mendatangkan kebaikan kita. Mungkin hari ini kita belum mengerti dan merasa hidup kita amat sangat berat. Bersabarlah, nantikan Dia, maka suatu saat nanti kita akan bersyukur karena ternyata rencana-Nya sungguh sempurna. Mengapa harus bersabar menantikan Tuhan? Mengapa tidak sekarang saja Tuhan menolong? Karena Tuhan sudah merencanakan segala sesuatu dengan cermat. Dia tahu seberapa beratnya masalah yang kita perlukan  dan seberapa lamanya waktu yang kita butuhkan untuk bertumbuh. Selama kita masih berusaha menolong diri kita sendiri dengan berbagai cara yang berdosa, Tuhan tidak akan berbuat apa-apa, karena tidak ada gunanya. Tuhan akan menunggu sampai kita benar-benar bertobat dari cara-cara yang berdosa dan berserah serta berkata: “Tuhan, saya sudah mengacaukan semuanya dan saya tidak bisa memperbaikinya!” Saat itulah Tuhan baru akan bertindak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *