Renungan Berjalan bersama Tuhan

Karya Allah yang Agung

Karya Allah yang Agung

Kejadian 45:1-11

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Pada saat pengalaman pahit terjadi dalam hidup seseorang, umumnya orang tersebut akan mempunyai memori yang pahit juga. Tidaklah mungkin pengalaman pahit tidak meninggalkan bekas. Apa dampak dari pengalaman pahit yang terjadi dalam hidup seseorang? Tak lain adalah memori yang dapat memunculkan kebencian atau dendam terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Bayangkan apa yang dialami oleh Yusuf akibat perlakuan saudara-saudaranya yang begitu membencinya. Kebencian yang muncul akibat adanya sikap pilih kasih ayahnya ternyata memicu tindakan-tindakan ekstrem untuk menyingkirkan Yusuf.

Pengalaman pahit yang dialami Yusuf tidak bisa hilang begitu saja. Sekalipun sudah berpisah selama bertahun-tahun, perjumpaan kembali Yusuf dengan saudara-saudaranya mungkin saja membangkitkan memori pahit yang dimilikinya dan Yusuf bisa saja mengingkari saudara-saudaranya dan membalas mereka dengan kebencian pula.

Namun, bukannya membenci mereka, Yusuf justru mengatakan sesuatu di luar dugaan. “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (Kejadian 45:5). Yusuf tahu persis apa yang sedang berkecamuk di dalam hatinya dan juga di dalam hati saudara-saudaranya. Oleh karena itu, Yusuf memulai dengan kata-kata “janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri”. Kalimat pertama yang ia ucapkan mampu meredam semua rasa ketakutan di dalam diri saudara-saudaranya dan juga menghancurkan dendam di antara mereka.

Bagaimana Yusuf bisa memiliki sikap demikian? Semua itu hanya mungkin terjadi karena karya Allah Yang Agung. Yusuf berada di dalam rencana Allah dan Yusuf mau menjalaninya dengan penuh ketaatan, kesetiaan, dan sikap takut akan Tuhan sehingga Yusuf mendapatkan kekuatan dari Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang setia berjalan di dalam rencana Tuhan, yang menjalani hidupnya dengan penuh syukur akan terus memiliki kekuatan yang berasal dari Tuhan dan ia akan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, begitu banyak hal yang menyakitkan dan yang tidak kami inginkan harus kami alami. Kuatkanlah kami, ya Tuhan, agar ketika berbagai peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi, kami tetap setia berjalan di dalam rencana-Mu dan beroleh kekuatan yang hanya dari pada-Mu.
  2. Terkadang di dalam pelayanan, kami menjumpai berbagai peristiwa menyakitkan yang bisa membuat kami patah semangat dalam melayani, kecewa, undur diri dari pelayanan, atau bahkan benci dalam pelayanan. Ampunilah kami, ya Tuhan, jika hal tersebut terjadi. Tuntunlah kami untuk bersabar dan terus belajar memahami orang lain. Izinkanlah semua peristiwa itu menjadi bagian dari proses pendewasaan kami sebagai anak-anak Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *