Khotbah Perjanjian Baru

Karya Roh Kudus Mengubah Hidup Menjadi Berkat bagi Sesama

Pdt. Audi Oktavian Senas

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes  dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

Kisah Rasul 4:13

Pernahkah anda mengetahui berapa besar ukuran virus corona? Ukuran virus corona hanya 400 micrometer. Dalam kelompok kevirusan, corona sudah termasuk besar. Meskipun demikian, ukuran tersebut tergolong sangat-sangat kecil bagi manusia. Karena sangat kecil, virus corona ini tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Perlu sebuah alat yang disebut mikroskop elektronik untuk bisa melihat bentuk dari mahluk yang satu ini. Meskipun begitu kecil, corona telah mengubah banyak prilaku manusia di bumi ini.
  • Kita yang tidak biasa cuci tangan, sekarang menjadi harus lebih sering untuk mencuci tangan.
  • Kita yang dulunya jarang menggunakan masker sekarang ke mana-mana harus menggunakan masker, bahkan kita akan ditegur bila kita tidak menggunakan, atau ada sesuatu yang kurang bila belum menggunakannya.
  • Kita yang dulunya jarang ganti baju bila keluar rumah sekarang kita dengan harus cepat-cepat menanggalkannya dan langsung mandi.
  • Dulu tanpa jarak kita ngobrol dengan seseorang sekarang minimal 1 meter kita harus menjaga jarak.
  • Siapa sangka kita harus ibadah online tiap minggu dengan menggunakan media sosial, tidak seperti terjadi sebelum corona masuk di bumi ini.
  • Masih banyak lagi prilaku-prilaku kita yang berubah setelah corona itu masuk dalam kehidupan kita.
Saya ingin mengatakan, meskipun kecil, bila masuk dalam kehidupan akan membawa sebuah pengaruh hingga membawa perubahan dalam hidup ini. Demikian dengan kehidupan Petrus. Petrus bisa berkata dengan lantang dan berani kepada banyak orang tentang imannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ibaratnya seperti seekor harimau yang mengaung di hutan, yang memproklamasikan dirinya sebagai raja hutan. Tentu kita ingin mengetahui, apa yang membawa perubahan dalam diri Petrus hingga bisa terjadi demikian? Tentu kita ingin juga mengetahui kehidupan masa lalu dari Petrus tentang keberanianya bukan:
  • Meskipun dengan berani ia berkata aku mau berjalan di atas air, namun dibalik keberaniannya sebenarnya tersimpan kekuatiran yang sama besar, sehingga saat ia berjalan di atas air gelombang menghanyutkannya.
  • Dalam keberaniannya ia mengikuti Yesus di saat-saat Ia ditangkap, namun dibalik keberaniannya tersebut, Petrus mempunyai ketakutan yang sangat, bahkan Petrus tidak berani mengakui siapa Yesus di depan seorang hamba perempuan.
  • Dalam keberaniannya pula, ia mengajak teman-temanya untuk kembali melaut, tetapi dibalik keberaniannya tersebut tersimpan frustasi yang dalam dirinya dan pertanyaan akan masa depanya.
Sama seperti kebanyakan dari kita, di luar kita keliatannya berani tampil namun sebenarnya kita memiliki ketakutan, kekuatiran dan kecemasan yang kita bungkus dengan tindakan “heroik” tapi sebenarnya kita rentan seperti preman yang keliatan garang namun penakut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *