Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kasih Allah Tak Pernah Gagal

Kasih Allah Tak Pernah Gagal

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

1 Korintus 10:1-13

“Kasih Allah melingkupi saya, lingkupi saya selama-lamanya. Karena kasih-Nya, ‘ku tak takut jua. Sebab Allah pasti sanggup tolong saya ….” Itulah penggalan dari lagu pujian yang sering kita nyanyikan, “Kasih Allah Melingkupi Saya”. Kasih Allah itu memang benar-benar melingkupi kita. Melingkupi berarti sama seperti menguasai, melindungi, menjaga, dan memelihara. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini, Tuhan Allah tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan yang menyertai itu adalah Tuhan yang terus-menerus menyatakan kasih-Nya kepada kita. Penyertaan-Nya bukan dengan kekerasan namun dengan kelemahlembutan; bimbingan-Nya bukan dengan paksaan namun dengan penuh kesabaran; didikan-Nya tidak diktator namun dengan kasih sayang. Dia terus menanti kita dengan tidak mengenal lelah, bahkan mencari dan terus mencari sampai menemukan kita. Kita digendong, dipeluk, dibawa-Nya pulang ke jalan kehidupan yang benar.

Berbagai pengalaman hidup yang mengerikan bisa terjadi di dunia ini. Ada banyak penyakit yang menakutkan, bahkan bisa membawa pada keputusasaan. Kehidupan yang susah dan kemiskinan tidak pernah berakhir, bahkan terus bertambah. Demikian pula dengan penderitaan yang terjadi silih berganti. Sekarang ini tak henti-hentinya bencana alam terjadi, misalnya peristiwa gempa Jogjakarta yang konon dikatakan menelan 6.000 jiwa. Ditambah lagi dengan peristiwa kehilangan seperti kehilangan sanak saudara, harta benda, rumah, mata pencaharian, dan sebagainya. Kita tidak dapat mengelak dari kehidupan yang demikian; tidak mungkin menghindar atau lari dari dunia yang kita tinggali ini. Firman Tuhan sudah menyatakan bahwa dunia ini akan binasa. Yohanes berkata, “Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa” (Wahyu 18:16). Wow … mengerikan, bukan? Namun itulah realitas yang harus dihadapi dan tidak bisa disingkirkan oleh siapa pun karena semuanya berada di tangan Yang Mahakuasa, Allah Sang Pencipta langit dan bumi ini.

 

Akan tetapi, jangan khawatir dan jangan takut. Sekalipun dunia ini akan binasa dan hancur lebur, kita tetap bisa berkata, “Kepercayaan kita pada Allah yang kekal, Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Allah yang menyediakan Yerusalem yang baru.” Dia tahu seberapa besar beban yang sanggup kita tanggung di dunia ini karena Dia yang menciptakan kita. Dia tidak pernah memberikan beban hidup yang melampaui kekuatan kita! Jika melampaui, maka kelebihannya itu akan dipikul-Nya karena Dia adalah Allah yang penuh kasih! Paulus berkata, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13). Ketika kita menjadi milik Tuhan dan kita benar-benar percaya bahwa kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya; maka janganlah kita meragukan anugerah penyertaan Tuhan dalam seluruh hidup kita. Kasih-Nya adalah kasih yang kekal, yang benar-benar menjamin hidup kita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *