Khotbah Perjanjian Baru

Kasih Karunia Allah Menghadirkan Hidup yang Penuh Syukur

Kasih Karunia Allah Menghadirkan Hidup yang Penuh Syukur

(2 Kor. 4:13-5:1)

Oleh: Paula Christyanti Mulyatan

4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata “, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan  Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.  4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur  bagi kemuliaan Allah. 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati,  tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan,  karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi   ini  dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman   yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

Bagaimana kabarnya hari ini?  Kita perlu bersyukur kepada Tuhan karena Dia telah memberikan kita kekuatan dan kesehatan untuk beribadah pada hari ini.  Tetapi  tentu kita semua pernah sakit bukan?  Tentu kalau sakit, kita minum obat.  Namun, bagaimana kalau sekarang penyakit tawar hati.  Biasanya anak muda zaman sekarang suka ngomong, “sakitnya tuh di sini,” itu masih mending masih bisa rasain sakit.  Kalau sudah tidak ada rasanya lagi? Semangat tidak ada, keinginan untuk maju tidak ada, sukacita tidak ada.  Capek dengan hidup ini yang makin hari makin sulit, tubuh makin lama makin sakit, dunia juga makin lama makin buruk.  Tidak ada harapan lagi, tida ada rasa lagi, tawar sudah hati ini.  Kalau demikian apa obatnya?

Obat anti tawar hati ini adalah kasih karunia Allah. 

Mari saya ceritakan testimoni beberapa orang yang telah menggunakan obat ini.  Yang pertama adalah Paulus …

Testimoni obat anti tawar hati dari Paulus

Paulus merupakan orang yang bisa kita bilang tidak asing lagi dengan yang namanya kesulitan dan penderitaan.  Dalam menjalani tugas panggilannya memberitakan Injil Tuhan, Paulus pernah didera oleh prajurit Romawi, lima kali disesah oleh orang-orang Yahudi, dicambuk, dipenjarakan berkali-kali dan bisa dikatakan hidupnya lebih sering di dalam penjara dibandingkan menjadi orang bebas.

Selain itu, dia juga pernah mengalami karam kapal, terkatung-katung di tengah laut, dirampok penyamun, kelaparan, kehausan, kedinginan, diserang oleh binatang buas dan pernah digigit ular.  Saudara, begitu banyak kesulitan dan penderitaan yang dialami oleh Paulus dalam pelayanannya.  Oleh sebab itu, sangatlah pantas jika Paulus merasa tawar hati dalam menjalani tugas panggilannya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *