Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kasih Menutupi Segala Pelanggaran

Kasih Menutupi Segala Pelanggaran

oleh: Pdt. Nathanael Channing

 

“Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi” (Amsal 10:12-13).

Dalam menjalani hidupnya, Amsal benar-benar mengamati apa yang terjadi setiap hari. Amsal tahu persis bahwa Allah menciptakan manusia begitu sempurna. Manusia mampu berpikir, berperasaan, dan berkehendak. Manusia juga diberi kemuliaan Allah. Sejarah telah mencatat bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa dan kemudian kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Setelah jatuh dalam dosa, hidup manusia selalu ada dalam konflik dan pertentangan, yaitu tidak terjadi kesesuaian antara pikiran, emosi, dan kehendak. Mengapa bisa terjadi konflik? Mengapa bisa ada pertentangan dalam diri sendiri? Tidak lain karena hati kita bisa mengalami hal-hal yang menyakitkan.

Hati kita bisa menyimpan hal-hal yang tidak kita senangi. Hati kita mampu menyembunyikan pengalaman yang terluka! Jika itu terjadi, “kebencian” ada dalam diri kita. Itulah yang dilihat oleh Amsal. Perasaan yang terluka atau sakit jika tidak diselesaikan mengakibatkan “kebencian” yang terus disimpan dalam hati. Kebencian yang disimpan akan dikirim ke otak, di mana fungsi otak adalah untuk berpikir. Dari pikiran dihasilkan kata-kata, sikap, atau kelakuan yang tidak menyenangkan. Kebencian akhirnya menjadi modal dari pikiran, perasaan, dan kehendak yang terus saling menyakiti. Kebencian yang terus dipelihara akan menghasilkan pertengkaran dan pengalaman saling menyakiti.

Di sisi lain, Amsal mengatakan kasih menutupi segala pelanggaran. Apa artinya? Bukan berarti orang yang mengasihi itu menutupi kejahatan yang dilakukan, atau merahasiakan hal-hal yang tidak benar agar jangan dibuka kepada orang lain, demi untuk kasih. Bukan itu artinya! Kasih menutupi segala pelanggaran yang berarti kasih itu justru membukakan segala yang berdosa, yang melanggar firman Tuhan, yang saling menyakiti antarsesama. Namun, dalam hal-hal tersebut, kasih memberikan belas kasihan, memberikan pengampunan, menyingkirkan pengalaman terluka. Kasih menghilangkan segala pertengkaran yang muncul. Kasih menghasilkan hati, pikiran, perasaan, dan kehendak yang menjadi berkat bagi diri sendiri dan orang lain.

Bibir orang berpengertian akan menghasilkan hikmat, tetapi “pentung” disediakan bagi orang yang tidak berakal budi, tidak mau bertobat, tidak mau mengerti kebenaran. Disediakan pentung berarti diberikan pengajaran supaya benar-benar bertobat. Orang yang takut akan Tuhan dimulai dari hati yang mengasihi, yang mampu membuang segala kebencian dalam nama Tuhan Yesus, sehingga hati itu dipenuhi dengan kasih Tuhan. Kehadiran kita menjadi berkat dan bukan pertengkaran. Kita menjadi orang yang menyenangkan hati Tuhan dan menutupi pelanggaran karena sudah ada pengampunan. Amin.

 

Pokok Doa:

  • Tuhan, aku bersyukur atas anugerah Tuhan yang luar biasa, karena Engkau sangat mengasihi aku, sehingga apa pun akan dibukakan, khususnya hal-hal tidak benar yang kulakukan dengan sembunyi-sembunyi, tidak jujur, dan bohong. Semoga Engkau menutupinya kembali karena aku memperoleh pengampunan. Engkau Tuhan yang tidak mengungkit-ungkit kesalahanku, melainkan Tuhan yang penuh pengampunan.
  • Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja agar terus memberitakan kebenaran Tuhan. Semoga semua dosa yang dilakukan dengan tertutup dan tersembunyi akan Engkau bukakan. Namun, anugerah-Mu akan memberikan pengampunan dan kasih yang memulihkan. Kami berdoa bagi mereka yang terus berkanjang dalam dosa perjudian, perselingkuhan, penyalahgunaan obat terlarang, dan kemabukan, yang merusak keharmonisan keluarga. Biarlah mereka bertobat, kembali ke jalan yang benar, dan kasih-Mu menutupi segala pelanggaran sehingga mereka dapat menjalani hidup yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *