Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kasih pada Semua Bangsa

Kasih pada Semua Bangsa

1 Timotius 2:1-7

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kasih Allah kepada dunia terus menggema di sepanjang abad dan di segala tempat. Seantero dunia membahas, merenungkan, dan mengumandangkan kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Dari gereja sampai mal-mal, plaza-plaza, supermarket, toko-toko, bahkan bar-bar dan klub malam menyuarakan lagu puji-pujian dengan merdunya, khususnya pada hari-hari raya gerejawi seperti hari Natal, hari kematian Tuhan Yesus, hari Paskah, hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga, dan hari Pentakosta. Entah mereka beragama Kristen atau tidak, ternyata lagu-lagu rohani sudah benar-benar membumi atau mendunia. Kita terus mendoakan agar semakin banyak orang mendengar lagu-lagu rohani yang menggema di seantero belahan bumi ini. Syair lagu-lagu itu menggelitik setiap hati orang yang mendengarnya. Diharapkan kiranya kemudian mereka bertanya-tanya dalam hati siapakah gerangan Tuhan Yesus itu? Dari bertanya, mereka akan terus mencari sampai mendapatkannya dan percaya bahwa Allah yang benar adalah Allah yang menebus dosa manusia, mengampuni, membenarkan, mengangkatnya sebagai anak-anak Allah, dan memberikan jaminan yang pasti akan hidup yang kekal. Tuhan Yesus telah datang ke dalam dunia ini, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yohanes 1:14). Dia adalah Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan semua umat manusia. Kasih Allah adalah kasih bagi semua bangsa, suku, dan bahasa.

Paulus berkata kepada Timotius, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia” (1 Timotius 2:5-6). Tuhan Yesus adalah bukti konkret kasih Allah yang telah bersedia menjadi “Perantara” atau “Penghubung” antara Allah yang kudus dan manusia yang berdosa dan binasa. Manusia perlu “Perantara” karena sudah terpisah jauh dan tidak mungkin dapat dihubungkan kembali dengan Allah. Keterpisahan antara Allah dan manusia itu karena dosa yang berada di dalam diri manusia. Agar dapat kembali terhubung dengan sempurna, maka dosa itu harus dibereskan terlebih dahulu. Selama manusia masih berdosa dengan statusnya sebagai orang berdosa, maka manusia tidak mungkin dapat berelasi dengan Allah yang kudus. “Perantara” atau “Penghubung” adalah Tuhan Yesus, yang datang untuk membereskan segala dosa manusia. Dia datang untuk menebus segala dosa kita! Biarlah segala pujian yang didengar oleh semua orang di mana pun berada menjadi pujian yang akan menggugah hati mereka untuk memeriksa diri; menyadari diri sebagai orang berdosa yang membutuhkan Juru Selamat, pengampunan, dan kasih Allah.

Pernyataan kasih Allah yang paling utama dikomunikasikan kepada kita di dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Biarlah kasih Allah menyapa dunia. Kasih yang menyelamatkan semua manusia. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *