Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Pra Paska & Paska

Kasih Sejati

Oleh: Pdt. Ruth Retno Nuswantari

1 Yohanes 4:7-16

Semua orang merindukan kasih sejati, namun tidak semua orang memahami apa yang dimaksud dengan kasih sejati itu. Akibatnya, banyak orang mengejar apa yang dia kira adalah kasih sejati, hanya untuk menjadi kecewa dan hancur.

Memahami apa itu kasih sejati memang tidak gampang karena selain melampaui apa yang bisa kita pikirkan, juga bukan natur kita. Natur kita adalah mementingkan diri sendiri, tidak peduli terhadap pergumulan orang lain bahkan tidak peduli dengan apa yang Tuhan inginkan. Namun kita bersyukur karena kita bisa belajar dari Alkitab.

Apa yang Alkitab katakan tentang kasih?

1. Allah Adalah Kasih

Artinya, kasih itu bukan sekedar merupakan sesuatu yang Allah lakukan, Allah mengasihi, melainkan hakekat, kodrat atau jati diri Allah adalah kasih. Kasih tidak dapat dipisahkan dari Allah, seperti halnya panas dengan matahari dan dingin dengan es. Matahari pasti panas, es pasti dingin, demikian pula Allah pasti kasih. Allah mengasihi, karena memang itu adalah hakehat, kodrat atau jati diri-Nya. Allah adalah kasih, maka Dia tidak bisa tidak mengasihi. Bahkan, Dialah satu-satunya sumber, pencipta, pemelihara dan penggerak kasih. Kehendak dan pekerjaan-Nya adalah kasih. Dia mengasihi bukan karena ada obyek untuk dikasihi, tetapi karena Dia sendiri, adalah kasih. Jadi, apapun yang Dia lakukan atau tidak lakukan, yang menurut kita baik maupun yang nampak buruk, semuanya tidak bisa dilepaskan dari kasih-Nya. Apakah saudara saat ini sedang banyak berkat, sehat wal’afiat, atau kehilangan segala sesuatu dan sakit keras? Semua terjadi karena kasih-Nya.

Tanggal 23 Desember 2018 s/d 25 Januari 2019, ibu saya sakit parah. Nampaknya itu sesuatu yang buruk. Namun ketika saya merenungkan semua yang terjadi, begitu banyak yang Tuhan telah kerjakan dan begitu banyak pelajaran bernilai yang Tuhan ajarkan melalui peristiwa tsb, saya benar-benar takjub karena saya jadi mengerti bahwa semua itu bukan terjadi secara kebetulan, bukan juga musibah, melainkan dirancang oleh Allah karena kasih-Nya. Bagi orang percaya, tidak ada sesuatupun yang terjadi secara kebetulan dan tidak ada musibah. Semua terjadi dengan perencanaan yang matang untuk kebaikan. Maka, setelah semua pelajaran yang Tuhan kehendaki untuk kami belajar sudah kami serap dengan baik, ibu saya tiba-tiba sembuh total dan sampai sekarang sehat bahkan seperti tidak pernah sakit.

Kalau anak saudara sakit dan harus dilakukan tindakan medis yang menyakitkan, dilakukan atau tidak? Dilakukan! Mengapa? Karena saudara mengasihi dia! Betul? Dua bulan yll, ibu Like tiba-tiba sesak nafas, dibawa ke Rumah Sakut Suwandi, malah tidak sadarkan diri. Dokternya tanya sama adiknya, apakah mau dilakukan tindakan medis, yang tentunya akan sangat menyakitkan pasien? Adiknya berkata: “Ya diteruskan dok, kalau tidak kan kakak saya mati.” “Kalau begitu harus dibawa ke dr Soetomo sebab di sini tidak ada alatnya!” Proses dilakukan dan selama proses tsb, ibu Like sangat menderita, sampai kami semua tidak tega melihatnya. Adiknya berbisik ditelinganya: “Cie, kalau mau pulang pulang saja aku rela, aku tidak tahan melihat cie-cie menderita.”. Saya juga berkata: “Bu Like, kalau Tuhan Yesus menjemput, jangan ragu, ikut saja.”  Tetapi, apakah kemudian pengobatan dihentikan? Tidak! Walaupun menyakitkan, pengobatan berjalan terus,  Mengapa semua itu dilakukan? Karena kasih! Setelah empat puluh hari di rumah  sakit akhirnya mujizat terjadi dan ibu Like sembuh total.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *