Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kasih vs Kedegilan Hati

Kasih vs Kedegilan Hati

Hosea 11:1-4

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Hidup dalam kasih tidak dapat dikalahkan oleh apa pun atau siapa pun. Masalah apa pun dalam hidup ini, berat ataupun ringan, akan terselesaikan dengan baik jika kasih menjadi pedoman hidup. Kasih yang dimaksud tentunya kasih agape, yakni kasih ilahi yang terdapat di dalam diri Tuhan Yesus dan yang telah dikaruniakan ke dalam kehidupan kita. Renungkanlah perkataan Hosea, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung. Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan” (Hosea 11:1-4).

Dari ayat itu kita melihat bagaimana peran Allah dalam menjaga hubungan dengan umat-Nya, Israel. Allah benar-benar Bapa yang agung dan mulia. Bapa yang terus-menerus memelihara kehidupan umat-Nya. Allah sangat mengasihi Israel dan Dia terus memelihara kehidupan mereka. Namun, apa balasan Israel? Semakin Allah memanggil mereka, mereka semakin pergi menjauh. Betapa pilunya hati seorang Bapa, padahal Allah sendirilah yang telah menuntun mereka keluar dari perbudakan. Dalam ayat tersebut diperlihatkan betapa degil hati Israel. Kedegilan merupakan sikap hati yang tidak pernah menurut, terus-menerus memberontak, dan ingin berjalan sendiri.

Bagaimana Bapa menghadapi sikap Israel yang demikian? Allah tetap menyatakan kasih setia-Nya. Hati Bapa tidak pernah surut karena kelakukan umat-Nya. Kita patut bersyukur karenanya. Dia tidak pernah bosan menarik kita untuk datang kepada-Nya lalu mengikat kita dengan kasih-Nya. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk terus belajar mengasihi dengan kasih-Mu. Kasih yang nyata pada saat diperhadapkan dengan hal-hal yang menyakitkan. Biarlah kasih ini tetap nyata meskipun saat ditentang dan dilawan, saat menghadapi orang-orang yang justru menjatuhkan, menghancurkan, dan memfitnah.
  2. Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja-Mu yang menghadapi sangat banyak tantangan, bahkan ancaman-ancaman yang menakutkan yang disertai dengan tindak kekerasan. Tuhan, tolonglah gereja yang dirusak, dianiaya, dibakar, ditutup dengan paksa, dan sebagainya. Ajarlah kami untuk kuat dan terus berdoa. Ajarlah kami juga untuk semakin beriman. Tuhan pasti buka jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *