Khotbah Topikal

Katakan dengan Bunga

oleh: Andy Kirana

Shalom. Puji Tuhan, hari ini saya boleh bersama-sama dengan Saudara lagi. Sebelum memulai, saya ingin memastikan apakah Saudara sudah memegang bunga. Masing-masing orang satu tangkai bunga. Oke… pada kesempatan ini kita akan belajar mengenai bunga. Bunga merupakan satu bagian yang penting, tapi sering kali kita lewatkan. Padahal, kalau Saudara membaca Alkitab, di sana bertaburan banyak “bunga.” Di sana ada semerbak bunga yang boleh kita nikmati sepuas-puasnya. Dan sekarang kita akan membicarakan satu tema yang unik tentang bunga, Katakan dengan Bunga… Say it with flower. Wah… keren, ya? Temanya keren. Katakan dengan Bunga. Say it with flower.

Saya percaya Saudara semua tahu bunga. Yang jelas Saudara pernah melihat bunga. Betul? Ya. Tapi, apakah selama ini Saudara pernah memperhatikan bunga? Berbeda lho, ya… melihat bunga danmemperhatikan bunga. Kalau memperhatikan bunga, artinya Saudara berusaha untuk mengerti sesungguhnya bunga itu apa. Saudara berusaha untuk menyelidiki apa to bunga ini. Untuk itu Saudara pun mempelajari artikel-artikel mengenai bunga dan menyelidiki bunga secara langsung. Akhirnya, Saudara paham betul mengenai bunga. Itu namanya memperhatikan. 

Saat ini saya ingin mengajak Saudara bersama-sama belajar mengenai ilmu bunga ini. Saya tidak tahu, apakah waktu SD atau SMP dulu Saudara belajar ilmu botani… ilmu tumbuh-tumbuhan. Itu dulu zaman saya sekolah, kalau sekarang saya nggak tahu namanya apa. Pada waktu itu kami diajar mengenai bunga ini dan disuruh menyelidikinya. Mari kita ngelmu kembang. Sekarang mari kita selidiki dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

Yang pertama, mengapa bunga itu harum dan indah? Pernah Saudara mikirkok bunga itu indah? Kokbunga itu harum? Ada yang tahu? Mengapa? Oke, Saudara, mari kita akan berlanjut menyelidiki bunga ini.Yang kedua, mengapa kok bunga ini berwarna-warni? Kok nggak hanya putih tok wae? Merah aja? Kuning aja? Tapi, warnanya itu macem-macem. Kuning, merah, ungu, pink, jingga. Saudara, pernah tidak Saudara berpikir mengapa bunga itu demikian? Tampaknya kita tidak pernah berpikir mengapa demikian karena kita hanya sebagai penikmat bunga. Melihat lalu bilang, “Ooo… indahnya luar biasa. Wow harumnya baunya!”

Saudaraku, bunga diciptakan dengan bau harum dan berwarna-warni sesungguhnya untuk menarik serangga. Supaya kupu-kupu datang ke sana. Tapi, ini bukan sekadar tertarik, Saudara. Tuhan punya maksud lain dari ketertarikan serangga terhadap bunga ini. Bunga sungguh-sungguh memerlukan serangga. Untuk apa? Untuk menghasilkan biji. Iya, dan bijinya nanti itu akan jadi buah. Ada simbiosis mutualistis. Ada hubungan yang saling menguntungkan. Serangga, kupu-kupu bisa menghisap madunya sedangkan bunga butuh serangga atau kupu-kupu untuk penyerbukan. Supaya apa? Supaya menghasilkan buah. 

Proses berkembangnya sendiri bagaimana? Mula-mula bunga itu kuncup. Lalu, kelopak kuncup itu membuka diri… maka mekarlah mahkota. Kemudian, apa yang dinamakan nektar itu akan mengeluarkan bau harum pada tangkai putik. Nah, inilah sesungguhnya apa yang disebut dengan proses berkembang. Proses berbunga. Itu yang terjadi di dalam kehidupan bunga.

Tapi, bunga mudah layu. Proses berkembang itu sifatnya sementara. Nah, mungkin Saudara bertanya, mengapa firman Tuhan berbicara mengenai bunga yang sifatnya fana? Bukankah jauh lebih tepat bila firman Tuhan memberikan contoh bunga itu untuk menunjukkan kegagalan? Pertanyaan ini sempat mengganggu saya, Saudara. Tapi, itulah yang ingin diungkapkan oleh Allah. Dengan rontoknya mahkota…dengan layunya bunga… justru di sana buah sedang dipersiapkan.

Pada saat berusaha memahami proses berkembang ini, saya tidak pernah berpikir mengapa bunga itu mudah layu… mudah rontok. Ternyata ada maksud Allah di balik rontoknya bunga-bunga ini. Allah akan mempersiapkan buah bagi pohon ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *