Khotbah Perjanjian Baru

Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Menyikapi hal tersebut, Rasul Paulus mengingatkan jemaat Korintus bahwa dalam pertumbuhan  iman jemaat yang terdiri dari berbagai latar belakang: ada yang karena rajin membaca dan belajar sehingga memiliki pengetahuan yang luas tentang kehidupan iman mereka, tetapi sisi lain ada mereka yang masih lemah iman karena masih baru dalam kekristenan mereka.  Paulus menasihati mereka agar dapat menampakkan citra hidup dengan memiliki kebebasan yang bertanggung jawab.  Bersikap dewasa dalam iman dalam menyikapi setiap persoalan dalam perjalanan hidup mereka.

Paulus memahami bahwa dalam persekutuan jemat Korintus ada setidaknya dua kelompok orang. Yang kuat iman (memiliki pengetahuan yang luas tentang kehidupan beriman) sehingga merasa tidak apa-apa makan segala makanan yang ada karena mereka memandang tidak ada berhala dalam dunia ini.  Bagi orang percaya hanya ada satu Allah yang patut dipuji dan disembah karena Dialah pencipta segala sesuatu di dunia ini dan sumber hidup kita dan tidak ada yang lain.

Kelompok satunya adalah mereka yang tergolong lemah iman (yang baru bertobat karena dulu menjadi penyembah berhala).  Mereka merasa tidak sepantasnya memakan sembarang makanan, apalagi yang telah dipersembahkan kepada berhala.  Hati mereka akan merasa terluka kalau ada orang-orang yang menyatakan telah beriman, namun dengan seenaknya, tanpa merasa berdosa makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala.  Itu bisa membawa orang jatuh ke dalam dosa untuk kembali kepada kehidupan lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *